Surya Paloh Nonaktifkan Zulfan Lindan

Surya Paloh Nonaktifkan Satu Orang Elite Partainya, Zulfan Lindan Dilarang Komentar di Depan Publik

Kegaduhan yang kerap dilakukan Zulfan Lindan kini berbuntut penonaktifan dirinya oleh ketua Partai Nasdem, Surya Paloh.

Editor: M.Risman Noor
(KOMPAS.com/RYANA ARYADITA UMASUGI)
Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Gedung DPP Partai Nasdem, Rabu (24/7/2019). Surya Paloh menonaktifkan Zulfan Linda yang merupakan salah satu elite Partai Nasdem. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kegaduhan yang kerap dilakukan Zulfan Lindan kini berbuntut penonaktifan dirinya oleh ketua Partai Nasdem, Surya Paloh.

Zulfan Lindan kerap kali memberikan komentar di publik dan menimbulkan kegaduhan.

Akibat dari pernyataan Zulfan Lindan yang merupakan salah satu elite Partai Nasdem, dia pun kini harus puasa komentar di publik.

Surya Paloh bertindak tegas atas ulah Zulfan Lindan yang beberapa waktu terakhir dianggap bikin gaduh.

Baca juga: Keluarga Korban Minta Pembunuh Mahasiwi Kabupaten HSU Supaya Dihukum Mati

Baca juga: Aset Terdakwa Perkara Dugaan Penipuan Bermodus Arisan Dipertanyakan, Begini Penjelasan Kejati Kalsel

Atas hal ini DPP partai NasDem memberikan peringatan keras kepada Zulfan Lindan dengan menonaktifkannya dari kepengurusan DPP Partai NasDem.

Zulfan Lindan juga dilarang memberikan pernyataan di media massa dan media sosial atas nama fungsional partai NasDem.

“Peringatan ini diharapkan akan memberikan pelajaran bagi seluruh kader dan fungsional Partai NasDem untuk terus menjaga karakter dan jati diri sebagai partai gagasan dengan semangat membawa perubahan,” ujar Surya Paloh dalam keterangannya, Kamis (13/10/2022).

Surya Paloh juga menyebutkan dinamika politik Indonesia sedang mengalami peningkatan berbagai gerak politik.

NasDem sejak awal mendeklarasikan diri sebagai partai gagasan atau partai yang ingin berjuang untuk melakukan perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sehingga, jelas Surya, NasDem memiliki tanggung jawab moral dan praksis agar masyarakat Indonesia mendapatkan pendidikan dan informasi politik yang mencerahkan dan memberi pemahaman yang baik.

“Sebab Partai NasDem ingin mengembalikan kepercayaan publik terhadap partai politik dengan cara berpolitik yang memiliki komitmen kebangsaan,” tegas Surya.

Sebelumnya Zulfan sempat mengatakan sosok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan antitesis atau pertentangan yang cocok dari Presiden Joko Widodo.

Hal tersebut dikatakan oleh Zulfan sebagai satu dari antara banyak alasan kenapa Partai NasDem mendeklarasikan Anies sebgai calon presiden (capres) pada Pemilu 2024.

Ia juga menegaskan NasDem telah mengkaji hal ini melalui pendekatan dialetika filsafat.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved