Bumi Bersujud

Tim Pemkab Tanbu Studi Komparasi ke Kota Batu Jawa Timur untuk Belajar Penanganan Stunting

Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Bumbu, Hj Wahyu Windarti Zairullah, pimpin studi komparasi penurunan stunting di Kota Batu untuk diterapkan di Tanbu.

Penulis: Man Hidayat | Editor: Alpri Widianjono
KADIS PMD KABUPATEN TANBU SAMSIR
Studi Komparasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) di Kota Batu, Jawa Timur. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) melakukan kunjungan kerja ke Kota Batu, Jawa Timur dalam rangka studi komparasi untuk percepatan penurunan stunting.

Rombongan Pemkab Tanbu ini dipimpin Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) sekaligus Ketua TP PKK Tanbu Hj Wahyu Windarti Zairullah.

Mereka disambut Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, drg Kartika Tri Sulandari, Dinas BP3AP2KB Aditya Prasaja beserta pihak terkait lainnya di Balai Kota Batu, Rabu (12/10/2022).

Sedangkan  yang mendampingi TP2S Kabupaten Tanbu adalah Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Hj Mariani, Kepala Dinas PMD (Samsir), Kepala BPKAD H Syamsuddin), Kepala Dinas P3AP2KB (Narni), Kepala Dinas Pendidikan (Eka Sapruddin).

Selain itu, Kepala Dinas Perkimtan (Hernadi Wibisono), Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Lamijan), Perwakilan Dinas PUPR, serta seluruh Pengurus TP PKK Kabupaten Tanahbumbu.

Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) di Kota Batu jatim.
Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) di Kota Batu, Jawa Timur.

Ketua TP2S Kabupaten Tanbu, Wahyu Windarti Zairullah mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kota Batu karena telah menyambut baik kedatangannya beserta rombongan dan akan menjadikannya sebagai tempat belajar dan bertukar pikiran dalam penanganan penurunan stunting.

Dalam paparan Kepala Dinas Kesehatan selaku TP2S Kota Batu bahwa langkah awal yang ditempuh dalam rangka penanganan stunting adalah membuat roadmap dan melakukan kajian terhadap pokok permasalahan kondisi riil dilapangan.

Roadmapnya antara lain:
1. Menentukan lokus
2. Pola asuh anak
3. Perkawinan usia dini
4. Masa kehamilan ibu
5. Membuat modul sbg bahan bacaan masyarakat
6. Bekerjasama dengan dr spesialis anak untuk melakukan screening
7. Bekerjasama dengan KUA setempat dalam pembekalan kesehatan reproduksi terhadap calon pengantin. 

Sementara itu, hasil studi ini tim dari Pemkab Tanbu akan mencoba menerapkan apa yang belum diterapkan di tanbu untuk penanganan permasalaham stunting.  (AOL/*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved