Berita Tanahbumbu
Wisata Pantai Rindu Alam Tanahbumbu Dikelola Lagi, Area Pedagang hingga Kolam Renang Akan Ditata
Area wisata Pantai Rindu Alam Tanahbumbu yang sempat terbengkalai karena tidak dikelola selama bersengketa, kini mulai dibenahi.
Penulis: Man Hidayat | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Setelah kurang lebih 2 tahun tidak dikelola karena area wisata Pantai Rindu Alam bersengketa dengan masyarakat setempat, kini aset itu kembali ke tangan Pemerintah Kabupaten Tanahbumbu (Tanbu).
Area wisata yang sempat terbengkalai karena tidak dikelola selama bersengketa, kini mulai dibenahi dan dikelola seperti sebelumnya.
Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tanahbumbu, pada November mendatang, akan membenahi Pantai Rindu Alam yang ada di Desa Betung Kecamatan Kusan Hilir.
Disporapar Tanbu akan mengelola dan menerapkan retribusi masuk seperti tahun-tahun sebelumnya setelah kehilangan Penghasilan Asli Daerah (PAD) ratusan juta selama dua tahun belakangan.
Baca juga: Sejumlah Warga di Kecamatan Kusan Hilir Tanahbumbu Terima Sertifikat Gratis Program PTSL
Baca juga: Sikap Kapolda Kalsel Brigjen Andi Rian R Djajadi Soal Jalan Putus di Km 171 Satui Tanahbumbu
Sebelumnya retribusi masuk wisata untuk hari biasa Rp 5.000 dan hari besar atau libur Nasional Rp 10.000.
Menurut Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Tanahbumbu, Hamaludin Tahir, Selasa (25/10/2022) kepada banjarmasinpost.co.id, setelah 2 tahun tidak menangani Pantai Rindu Alam, upaya pertama yang akan dilakukan adalah melakukan pembersihan seluruh areal kawasan wisata.
Selain itu, sosialisasi ke masyarakat yang berdagang di dalam kawasan wisata termasuk melakukan penataan pelapak atau pedagang kaki lima dan pedagang gerobak.
Pantai rindu alam akan dilakukan penataan kembali untuk para penjual di dalam kawasan agar tidak terjadi kesemrawutan di lokasi wisata.
"Kami sangat berharap kepada pengunjung agar mereka yang datang, baik pelapak atau penjual ke tempat yang telah kami siapkan, termasuk penjual dengan menggunakan gerobak atau sepeda motor akan kami tempatkan di areal tertentu dan tidak berkeliaran di kawasan wisata," jelasnya.
Sebab pihaknya takut dengan banyaknya tusukan pentol dan sampah yang berhamburan, jangan sampai tusukan tersebut bisa mencelakai pengunjung.
Para pedagang tersebut akan dipusatkan di areal bangunan souvenir.
"Sejauh ini, Alhamdulillah sudah ada pedagang yang melakukan pembongkaran terhadap warungnya sendiri, terkecuali kami sudah melayangkan surat yang ke 3 kalinya baru kami pemerintah yang akan membongkarnya," katanya.
Baca juga: Perjudian di Kalsel - Jadi Bandar Togel Online, Pria Ini Diamankan oleh Satreskrim Polres HSS
Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan pemagaran dengan kawat berduri di lokasi-lokasi tertentu.
Sebelum anggaran pemagaran permanen, Dinas Pariwisata siapkan di DPA pemerintah melalui Disbudporpar nantinya.
Ditanya terkait keberadaan kolam renang, menurut Hamal nanti ada beberapa fasilitas, kolam renang anak-anak yang menggunakan besi, akan dilepas lantaran besi tersebut banyak yang keropos dan tidak layak lagi digunakan.
"Ini akan kita evaluasi lagi agar tidak membahayakan bagi anak-anak saat mandi diarea kolam renang, " tandasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Kawasan-Pantai-Rindu-Alam-Pagatan-Tanahbumbu-Kalsel.jpg)