Berita Banjarmasin

Kumuhnya Sentra Antasari, Disperdagin Banjarmasin Sempat Keluarkan 13 Kontainer Sampah

lahan di Pasar Sentra Antasari merupakan milik Pemko Banjarmasin, yang kemudian dikerjasamakan dengan PT Giri Jaladiwana.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Eka Dinayanti
ISTIMEWA
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, SSTP, MSi. 

BANJARMASINPOS.CO.ID, BANJARMASIN - Sempat tenar pada masanya, Pasar Sentra Antasari kini kondisinya terbilang mengenaskan bahkan terkesan kumuh.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin, Ichrom Muftezar tak menampiknya.

Bahkan kepada BPost, pria yang akrab disapa Tezar ini mengaku beberapa waktu lalu sempat mengeluarkan banyak sampah dari gedung utama Pasar Antasari, yang kini sudah banyak ditinggal para pedagangnya tersebut.

"Kita pernah mengeluarkan sampah yang ada di gedung itu, dan terkumpul sampai sekitar 13 kontainer. Dan itu pun masih banyak sampahnya," ujar Tezar yang mengaku pengambilan sampah dilakukannya saat masih menjabat sebagai Kabid Pasar di Disperdagin Banjarmasin sekitar 2020 silam.

Tezar menerangkan, lahan di Pasar Sentra Antasari merupakan milik Pemko Banjarmasin, yang kemudian dikerjasamakan dengan PT Giri Jaladiwana.

Kerjasama diperkirakan baru akan berakhir pada 2023.

Terkait hal ini, lanjutnya, pengelolaan pedagang di Pasar Sentra Antasari merupakan wewenang dari pihak PT Giri.

Baca juga: Pasar Sentra Antasari Banjarmasin Sepi dan Kumuh, Kios Kosong Banyak Beralih Fungsi

Baca juga: 1610 Kios di Lantai 2 dan 3 Pasar Sentra Antasari Banjarmasin Tidak Ada Penyewa

Baca juga: Kondisi Sentra Antasari Banjarmasin Mengenaskan, Ibnu Sina Dorong Pengelola Melakukan Penataan

"Kalau ada pedagang mau masuk (sewa) itu langsung dengan PT Giri. Jadi Pemko Banjarmasin hanya membantu pengelolaan fasilitas umum yang ada di sana, misalnya terkait area bongkar muat, toilet dan sebagainya," katanya.

Terkait dengan statusnya masih dikerjasamakan, maka Pemko Banjarmasin tidak bisa melakukan penganggaran untuk penataan gedung maupun kios yang ada di kawasan ini.

Tezar membeberkan, Pemko Banjarmasin melakukan penarikan retribusi kebersihan untuk para pedagang yakni sebesar Rp 2000 per hari.

"Jika ditotal, kalau tidak salah dalam setahun retribusinya lebih dari Rp 1 Miliar. Dan itu untuk seluruh pedagang yang ada di sana termasuk yang di luar gedung utama," katanya.

Tezar tidak menampik terkadang banyak keluhan dari para pedagang, termasuk yang sering dikeluhkan adalah bagian atap yang bocor.

Apabila hujan deras terjadi, maka bagian lantai dasar menjadi becek bahkan membuat air tergenang.

Tak jarang pedagang pun akhirnya memilih tutup.

Terkait kondisi ini, lanjut Tezar, pihaknya sudah berupaya untuk menyampaikan kepada pihak pengelola.

"Kita sudah beberapa kali menyurati pihak PT Giri terkait kondisi yang terjadi ini. Karena misalnya kalau atap bocor, pedagang tidak mau bayar retribusi. Makanya ini berpengaruh juga terhadap pendapatan Pemko Banjarmasin," jelasnya.

Meskipun saat ini tidak bisa berbuat banyak karena statusnya masih dikerjasamakan dengan pihak swasta, Tezar tak menampik jika nantinya bisa saja Pemko Banjarmasin yang akan melakukan pengelolaan, termasuk melakukan penataannya.

"Memang ada rencana ke arah itu. Tapi tentunya kita pun akan melakukan banyak pertimbangan. Dan salah satunya pertimbangan terkait anggaran, sarana dan prasarana, serta SDM nya," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/frans rumbon)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved