Gagal Ginjal Akut pada Anak

TERDETEKSI, Dua Kasus Kematian Anak di Kabupaten Tala Kalsel Diduga Gagal Ginjal Akut Misterius

Dua kasus diduga gagal ginjal akut pada anak telah terdeteksi Dinkes Kalimantan Selatan (Kalsel) di Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, dr H Diauddin, Kamis (27/10/20220, mengakui telah terdeteksi dua kasus kematian anak yang diduga akibat gagal ginjal akut misterius di Kabupaten Tanah Laut (Tala). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dua kasus gagal ginjal akut misterius pada anak, dilaporkan terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sebelumnya, Kemenkes melaporkan bahwa di Provinsi Kalsel ada 3 kasus diduga gagal ginjal akut misterius pada anak.

Namun, ujar Kadinkes Kalsel dr Diauddin, Kamis (27/10/2022), satu kasus dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sudah dipastikan bukan gagal ginjal akut.

Dengan begitu, lanjut dia, kini Kalsel terdeteksi hanya 2 kasus yang patut dicurigai.

Baca juga: Banjir Berulang Kali Melanda, Warga Barabai Kalsel Merasa Lelah Lahir Batin

Baca juga: Tenggelam Dihantam Ombak Besar di Tanjung Selatan Tanahlaut, Satu Selamat Empat Orang Masih Dicari

Baca juga: Berkas Penganiayaan di Bus Trans Banjarbakula Dinyatakan Lengkap, Polisi Limpahkan Perkara Ke Kejari

"Jadi, di Kabupaten Tanah Laut ada dua kasus yang terjadi pada Agustus dan September kemarin. Bukan kasus baru. Tapi dari Dinkes Tanahlaut sana laporannya, baru diinput. Jadi dari pusat menyebut ada tiga kasus di Kalsel," urainya.

Dua kasus gagal ginjal pada anak di Kabupaten Tala, lanjut dr Diauddin saat ini masih dalam tahap konfirmasi dan pihaknya sudah mengambil obat sirup yang dicurigai menjadi pemicu terjadinya gagal ginjal pada anak.

"Obat sirup yang kami ambil, sudah dikirim ke Kemenkes. Kemungkinan, dua kasus dari Kabupaten Tala ini masuk dalam kriteria gagal ginjal akut misterius pada anak," sebutnya.

Meski diprediksi ada dua kasus gagal ginjal akut misterius pada anak di Kalsel, namun kata Kadinkes Kalsel dr Diauddin, pada Oktober ini sudah tak ditemukan lagi kasus serupa.

Baca juga: Pengeroyokan di Banjarmasin, Tersinggung karena Ucapan, Dua Pemuda Aniaya Seorang Pria

Baca juga: Kebakaran Sungacuka Tanahlaut Sebabkan Tiga Pelajar Kehilangan Perlengkapan Sekolah

Baca juga: Polres Tapin Amankan Dua Tersangka Curanmor, Satu Pelaku Masih di Bawah Umur

"Kami sudah bertindak cepat untuk menghentikan peredaran obat sirup yang dicurigai menjadi pemicu. Harapan kami, setelah ini tidak ada lagi kasus serupa," pungkas dr Diauddin Badrudin.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved