Kecelakaan di Kalsel

Tewaskan 5 Orang, Tersangka Insiden Kecelakaan di Jalan Gubernur Syarkawi Belum Ditentukan

Tersangka kecelakaan lalu lintas di Gubernur Syarkawi masih dalam penyelidikan. Polisi belum menentukan tersangka insiden yang menewaskan 5 orang

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Hari Widodo
Humas Polres Banjar untuk BPost
Minibus ringsek setelah mengalami kecelakaan lalulintas di Jalan Gubernur Syarkawi KM 6.800 Desa Pematang, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel),Selasa (1/11/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Penanganan kasus kecelakaan lalu lintas di Jalan Gubernur Syarkawi, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), masih dalam tahap penyelidikan.

Polisi masih belum menetapkan tersangka dalam insiden yang menewaskan 5 orang penumpang minibus tersebut.

Kanit Lakalantas Satlantas Polres Banjar, Iptu H Tata Kusdaryono mengatakan proses penyelidikan belum dapat menetapkan tersangka dan belum melaksanakan gelar perkara.

Iptu H Tata Kusdaryono mengaku jumlah korban yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, lima orang.

"Tiga masih di rumah sakit dan satu sudah pulang. Korban yang meninggal dunia lima orang," katanya.

Baca juga: Ungkap Kecelakaan di Gubernur Syarkawi, Polres Banjar Datangkan Alat Khusus Korlantas Mabes Polri

Baca juga: Kecelakaan di Ambungan Kabupaten Tanah Laut, Pengemudi Minibus Diduga Mengantuk

Menurutnya, kondisi penerangan jalan di jalan nasional itu tidak terlihat.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan belum memonitor lokasi kecelakaan lalulintas.

Namun, Kepala Bidang Lalulintas Perhubungan Darat pada Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, Riyantoni mengaku sudah dihubungi pihak Satlantas Polres Banjar. 

Riyantoni mengatakan setiap kendaraan bermuatan barang wajib memiliki izin atau surat KIR angkutan tonase barang.

Kemudian, semua kendaraan baik mobil pribadi angkutan penumpang maupun angkutan barang, apabila berhenti dalam kondisi darurat, harus memberitahukan kepada pengguna jalan lainnya. 

"Maka sopir angkutan penumpang maupun angkutan barang harus meletakkan sejumlah alat untuk memberitahu pengguna jalan lain dalam kondisi darurat.

Alat itu misalnya segi tiga, lampu hazard atau warna kuning itu yang berkedip-kedip dinyalakan agar pengendara lainnya melihat, jaraknya sekitar 25 meter hingga 30 meter dari mobil parkir darurat," katanya.

Sementara itu, Unit Lakalantas Satlantas Polres Banjar berhasil mengevakuasi mobil mitsubishi Fuso tronton nopol B 9258 WO dari Jalan Nasional Gubernur Syarkawi, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Pemangkih Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalsel, Bocah Tewas Terlindas Tronton

Mobil tronton  bermuatan kayu itu diparkir di halaman Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) tidak jauh dari Pos Pengawalan Satlantas Polres Banjar.

Masih ada sisa pecahan kaca mobil minibus BUMDes Catur Jaya Desa Warna Sari, Kecamatan Tamban Catur, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah di buritan tronton tersebut.  (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved