Obesitas di Tanahlaut

Makan 3 Kali Sehari, Pengidap Obesitas di Kurau Utara Tala Paling Gemar Makan Nasi Kuning,

Pola makan Sukma, pengidap obesitas di Kurau Utara Tanahlaut tak beda dengan orang lain makan tiga kali sehari. Ia paling suka makan nasi kuning

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo
Siti Mahpujah untuk BPost
NUR SIFA SUKMA WATI (kedua kanan) saat masih belum mengalami obesitas parah. Dari kanan_ Isnaniah, Sukma, Siti Mahpujah, dan sang ibu (Samsiah). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Berat badan Nur Sifa Sukma Wati (26) bertambah signifikan sejak sekitar dua tahun terakhir.

Hal itu diungkapkan sang adik, Siti Mafpujah (18) saat ditemui banjarmasinpost.co.id di kediaman orangtuanya di Desa Kurau Utara, Kecamatan Bumimakmur, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (3/11/2022) siang.

Kebetulan hari ini Siti libur bekerja. Sekadar diketahui, sejak beberapa bulan silam lulusan SMA Kurau ini bekerja di toko ponsel di Kurau. Sebelumnya ia sempat bekerja di Batulicin, Kabupaten Tanahbumbu (Tanbu).

Siti merupakan bungsu dari tiga bersaudara. Sukma kakak sulungnya, sedangkan kakak keduanya, Isnaniah (24) bekerja mengasuh anak di Kurau dan tinggal di rumah pengasuh tersebut.

Baca juga: Sabar Rawat Anak Obesitas Disabilitas, Warga Kurau Tala Cuma Dapat Penghasilan dari Menjual Kue

Baca juga: Pemdes Kurau Utara Tala Bikinkan Lantai Tidur, Pengidap Obesitas Ini Tak Lagi Terpapar Banjir Rob

Baca juga: Berbobot Sekitar 190 Kg, Perempuan Obesitas di Kurau Utara Tala Ini Juga Penyandang Disablitas

"Dulu berat badan kakak saya ini (Sukma) hanya sekitar 60-80 kilogram saja," sebutnya sembari memperlihatkan foto lama sang kakak yang kini mengalami obesitas.

Bobot badan Sukma saat ini sekitar 190 kilogram. Lantaran terlampau berat, sekadar menggerakkan badan pun kesulitan. Kesehariannya, lajang ini hanya berbaring.

Mengenai pola makan sang kakak obesitas itu, Siti mengatakan tak begitu berbeda dengan orang lain pada umumnya.

Makan tiga kali sehari dan juga cuma bermenu nasi putih plus lauk berupa ikan goreng seperti nila, patin, dan sejenisnya.

"Makannya biasa juga. Paling sesekali saja nambah, dua piring," papar Siti.

Dikatakannya, sang kakak sangat gemar menyantap nasi bungkus nasi kuning. Menu ini tiap pagi, lauknya telur atau ayam.

"Saya yang tiap pagi membelikan nasi bungkus itu di pasar tak jauh dari rumah," ucap Siti.

Makan siang biasanya bermenu nasi putih dan lauk ikan goreng. Begitu juga sore. Petang atau malam Makan pentol dan jajanan ringan.

"Tiap hari juga makan pentolnya, biasanya sore atau malam. Tak banyak, biasanya cuma beli sebungkus kecil Rp 5.000-an," sebut Siti.

Selain itu kakaknya itu gemar ngemil makanan ringan kemasan. Juga minum minuman manis kemasan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved