BKKBN Kalsel

Perwakilan BKKBN Kalsel Gelar Diskusi Panel dan Fasilitasi Rencana Tindaklanjut Audit Kasus Stunting

Perwakilan BKKBN Kalsel menggelar Diskusi Panel Audit Kasus Stunting dan Manajemen Kasus Stunting

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
Suasana Diskusi Panel Audit Kasus Stunting dan Manajemen Kasus Stunting sekaligus Fasilitasi Evaluasi Rencana Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting Kabupaten/Kota se Kalsel 2022. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menggelar Diskusi Panel Audit Kasus Stunting dan Manajemen Kasus Stunting sekaligus Fasilitasi Evaluasi Rencana Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting Kabupaten/Kota se Kalsel 2022, Selasa (8/11/2022).

Kegiatan ini sendiri merupakan hari kedua pelaksanaan diskusi panel sekaligus fasilitasi rencana tindaklanjut audit kasus stunting di Kalsel.

Pada hari kedua ini di antaranya diisi dengan kegiatan diakusi panel terkait upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel dalam percepatan penurunan kasus stunting, kemudian gambaran pravelensi stunting di Kalsel.

"Pembahasan pada hari ini mengenai gambaran angka stunting di Kalsel kemudian dilanjutkan dengan sharing seasion terkait dengan pelaksanaan audit kasus stunting di kabupaten kota," ujar dr Mahendra Prakosa selaku Koordinator Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi di Perwakilan BKKBN Kalsel sekaligus ketua pelaksana.

 Mahendra menambahkan kegiatan ini sendiri sangatlah penting dalam rangka melihat progress penanganan stunting di Kalsel.

"Audit kasus stunting ini kan suatu kegiatan prioritas untuk melihat kira-kira kasus mana saja yang perlu penanganan atau pun faktor risiko apa yg menyebabkan anak itu menjadi stunting, agar bisa segera ditindaklanjuti," jelasnya.

Tak kalah penting, melalui kegiatan ini lanjutnya nantinya akan menghasilkan rumusan berupa rekomendasi-rekomendasi dari tim pakar. 

"Sebenarnya dari kabupaten kota sudah ada rekomendasi-rekomendasi juga, nanti akan didiskusikan lagi dan yang mana nantinya akan segera ditindaklanjuti," katanya. 

Sebelumnya pada saat pembukaan, Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel, H Ir Ramlan menerangkan bahwa kegiatan yang digelar tersebut sangatlah strategis dalam upaya penanganan kasus stunting di Kalsel.

"Kegiatan ini sangat strategis sekali yakni untuk audit kasus stunting dan rencana tindaklanjutnya," katanya.

Ramlan menambahkan bahwa masing-masing kabupaten maupun kota di Kalsel, sudah melakukan audit juga sebelumnya.

"Jadi disini kami ingin melihat bagaimana manajemen audit kasus stunting. Tentunya dari 13 kabupaten kota, permasalahan yang dihadapi berbeda-beda," jelasnya.

Ramlan juga membeberkan bahwa berdasarkan hasil survei sementara, angka kasus stunting di Kalsel mulai mengalami penurunan.

Pasalnya jika sebelumnya masih tertahan di 30 persen hingga sempat menduduki peringkat keenam tertinggi kasus stunting di Indonesia, kini justru mampu ditekan menjadi 20 persen.

"Beberapa waktu lalu kita sempat berdiskusi dengan Kepala Dinkes Kalsel. Berdasarkan survei Status Gizi Indonesia, nilainya sudah 20 persen di 2022 ini. Jadi tinggal sekitar 6 persen saja lagi kita turunkan agar bisa mencapai 14 persen saja," pungkasnya.(AOL/*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved