kriminalitas Batola

Cemburu dan Tersulut Emosi, Warga di Barambai Batola Lukai Istri dan Mertua dengan Mandau

Sungguh tega perbuatan warga Batola ini, hanya karena emosi dan cemburu, ia menganiaya istri dan mertuanya sendiri.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Eka Dinayanti
humas polres batola
KR (32) terbaring saat menjalani perawatan setelah diserang SH (47) dengan mandau. SH sendiri tidak lain adalah suaminya yang tinggal serumah di Desa Karya Baru, Kecamatan Barambai, Kabupaten Batola 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Entah apa yang merasuki SH (47) di Barito Kuala, ia tega menyerang istri dan mertuanya sendiri dengan menggunakan mandau.

Kejadian tersebut berlangsung Senin (7/11/2022), sekitar pukul 18.30 di kediaman korban dan pelaku yang beralamat di Desa Karya Baru, Kecamatan Barambai.

Diceritakan TR (73), saksi sekaligus korban, saat itu ia makan di rumah.

Namun mendengar ada cekcok antara KR (32) anaknya dan SH menantunya di luar rumah.

Baca juga: Penganiayaan di Kalsel, Siswi SMP di Tanahbumbu Disekap dan Ditikam Mantan Pacar karena Cemburu

"Saya keluar dan menanyakan. Ada apa ribut-ribut? Tapi SH malah masuk rumah dengan berkata mengambil air minum," ungkap TR.

Di luar dugaan, SH ternyata keluar rumah menenteng mandau dengan panjang kurang lebih setengah meter dan menyerang KR.

Merasa keselamatan anaknya terancam, TR pun berupaya memberikan pembelaan dan perlindungan.

Namun naas keduanya tetap diserang SH hingga mengalami luka.

"Dari serangan inilah TR mengalami luka sabetan di bawah telinga, sedangkan KR luka di lengan kiri dan kanan serta bahu," ujar Kapolres Batola, AKBP Diaz Sasongko melalui Kasi Humas AKP Abdul Malik, Rabu (9/11/2022).

Usai kejadian tersebut ayah dan anak ini pun dilarikan ke RSUD Abdul aziz untuk mendapatkan perawatan, sekaligus dilakukan pelaporan ke Polres Batola.

Baca juga: Cium Aroma Tak Sedap, Warga Berangas Alalak Batola Temukan Wanita 45 Tahun Ini Meninggal

"Berdasarkan laporan tersebut, sangka SH akhirnya diamankan jajaran Polres Batola, Selasa (8/11/2022)," timpal Malik.

Ia pun menambahkan, dari hasil interogasi SH mengakui semua perbuatannya.

Penganiayaan tersebut ditengarai karena tersulut emosi dan api cemburu.

Akibat ulahnya ini, lelaki kelahiran Lakis, Sumatera Utara tersebut dijerat dengan dua pasal sekaligus.

Yakni Pasal 44 ayat (1) dan atau ayat (2) UU RI No23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Tindak Pidana Penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP.

(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved