Dispersip Kalsel

Kadispersip Kalsel Kenalkan Cara Mengolah Pepaya ke Warga Desa Handil Mlintang Gambut

Bunda Nunung membawa Praktisi pertanian ke Tanah kelahirannya untuk berbagi keterampilan pada Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Editor: Eka Dinayanti
dispersip kalsel
kurang lebih 50 warga Desa Malintang ikut program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial menjadikan pepaya jadi produk olahan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Selasa 8/12/2022 Bunda Nunung Panggilan akrab ibu Dra. Hj. Nurliani, M.AP Kepala Dispersip Prov. Kalsel benar-benar pulang kampung ke tanah kelahirannya di Desa Handil Malintang Kec. Gambut, membawa tim Dispersip Prov. Kalsel beserta Nove Arisandi, S.P., M.P selaku Praktisi Pertanian yang juga seorang Dosen Pertanian di salah satu Perguruan Tinggi Di Kalimantan Selatan.

Tujuan Bunda Nunung membawa Praktisi pertanian ke Tanah kelahirannya untuk berbagi pengalaman, pengetahuan dan keterampilan pada program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang kali ini mengangkat tema Desiminasi Produk Olahan Berbahan Pepaya, tumbuhkan ekonomi kreatif masyarakat Pedesaan.

Program ini diikuti kurang lebih 50 warga Desa Malintang yang terdiri dari Kader PKK, Penerimaan Keluarga Harapan (PKH), penerimaan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Pada sambutannya sekaligus membuka acara, Bunda Nunung menyampaikan maksud diadakan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial bertujuan untuk memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga kemampuan literasi meningkat yang berujung kepada peningkatan kreativitas dan kesejahteraan masyarakat.

kurang lebih 50 warga Desa Malintang ikut program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial menjadikan pepaya jadi produk olahan
kurang lebih 50 warga Desa Malintang ikut program Transformasi Perpustakaan
Berbasis Inklusi Sosial menjadikan pepaya jadi produk olahan (dispersip kalsel)

"Untuk kita ketahui bersama bahwa perpustakaan selain menyediakan sumber-sumber bacaan untuk mengali informasi dan pengetahuan juga memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat yang artinya perpustakaan tidak hanya mencerdaskan juga mensejahterakan," kata Bunda Nunung.

"Saya mau orang Malintang itu cerdas-cerdas, jadi orang yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar, menjadi tokoh yang berpengaruh, nah inilah yang membuat saya sangat peduli dengan Desa Malintang dan Terus berupaya memberikan manfaatnya sebanyak-banyaknya," ungkap Putri Terbaik Malintang ini.

Sebelum mengakhiri sambutannya Bunda Nunung menyampaikan 2 Buah Pantun :

Tulak ka Gambut bajaja Ramania
Singgah di pasar Manukar Sikat
Hari ini kita Pelatihan pengolahan pepaya
Semoga berkah demi kesejahteraan masyarakat

Bunda Nunung Naik Taksi
Naik Taksi dengan Bu Erma
Dispersip Kalsel Giatkan Literasi
Untuk kemajuan Warga Banua

kurang lebih 50 warga Desa Malintang ikut program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial menjadikan pepaya jadi produk olahan
kurang lebih 50 warga Desa Malintang ikut program Transformasi Perpustakaan
Berbasis Inklusi Sosial menjadikan pepaya jadi produk olahan (dispersip kalsel)

Pada kesempatan itu pula H. Hamidan Noor, S.Ag selalu Kepala Desa, mengucapkan terimakasih yang sebasar-besar kepada Dispersip Kalsel Khusus Bunda Nunung yang selalu melibatkan warga Malintang d iberbagai kegiatan.

Nove Arisandi, selaku narasumber pada kegiatan ini mengatakan bahwa Pepaya merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan masyarakat perdesaan.

Sayangnya buah pepaya yang kaya gizi sangat mudah rusak.

Penanganan yang kurang hati-hati saat panen, pengemasan dan pengangkutan yang kurang tepat akan memperparah jumlah kerusakan buah selama transportasi dari sentra produksi ke tempat pemasaran.

kurang lebih 50 warga Desa Malintang ikut program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial menjadikan pepaya jadi produk olahan
kurang lebih 50 warga Desa Malintang ikut program Transformasi Perpustakaan
Berbasis Inklusi Sosial menjadikan pepaya jadi produk olahan (dispersip kalsel)

Pada saat panen raya terkadang buah tidak dipanen dan dibiarkan membusuk di kebun, karena ongkos petik dan angkut lebih besar dibandingkan dengan harga jualnya.

Pengolahan buah pepaya menjadi berbagai produk olahan merupakan salah satu strategi.

"Pada hari ini kita mengolah selai strawberry dan selai nanas berbahan pepaya," ujar Nove.

Para warga desa mengatakan baru mengetahui kalau buah pepaya bisa dibuat selai yang enak, tidak terasa lagi pepayanya yang terasa hanya selesai nenas dan stawberry.

"Kalau dijual pasti laku," ujar warga desa, salah satu peserta. (aol)

  • Berita Terkait :#Dispersip Kalsel
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved