Berita HST

Pengganti Jembatan Darurat di Desa Alat Dibangun 2023, Diganti dengan Konstruksi Baja

Dinas PUPR Kabupaten HST telah mengganggarkan di tahun 2023 pembangunan jembatan di Desa Alat mengganti jembatan darurat yang ada

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Warga melintas di jembatan darurat  Desa Alat Rt 02 Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Jembatan darurat tersebut ke 12 kali dibangun akibat diterjang arus sungai, Rabu (9/11/2022). 

 BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Keluhan masyarakat di Desa Alat Rt 02 Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, terkait 12 kali membangun jembatan darurat secara gotong royong, direspons Dinas PUPR HST.

Plt Kadis PUPR HST SYahidin, ditemui banjarmasinpost.co.id, Rabu (9/11/2022) mengatakan, sebenarnya sudah dianggarkan Pemkab HST pada APBD 2022 ini.

Namun, masih tahap pengadaan tanah atau pembebasan lahan. Sedangkan untuk realisasi pembangunan fisiknya dianggarkan pada APBD 2023 mendatang, dengan pagu anggaran Rp 9 miliar.

“Namun hasil review belum ada. Yang jelas 2023 mendatang dibangun dengan konstruksi yang lebih kuat, yaitu menggunakan baja,”kata Syahidin.

Baca juga: Banjir Kalsel, Permukiman di Mangunang Terendam dan Jembatan Desa Alat Selamat di Kabupaten HST

Baca juga: Serunya Wisata River Tubing Meratus di Desa Alat HST Kalsel, Saat Penghujan Jeram Makin Menantang

Baca juga: Jembatan Darurat Rusak Lagi di Desa Alat Kabupaten HST, Warga Gotong Royong ke-14 Kali

Sesuai rencana, lebar jembatan baja nanti sekitar 5 meter panjang sesuai lebar sungai yaitu sekitar 60 meter dan sudah dilakukan pengukuran. 

Namun, untuk lokasi, Pemkab HST terpaksa tidak bisa sesuai keinginan masyarakat, yaitu di RT 02 dekat eks jembatan gantung. Hal tersebut terkait masalah teknis.

“Jembatan baru nanti dibangun dengan ketinggian yang aman dari arus air. Sedangkan di seberangnya, ada dua rumah yang kalau dibangun jembatan sangat dekat dengan oprit sehingga membahayakan pemilik rumah. Selain itu, kondisi bahu jalan yang longsor dan belum mampu disiring karena butuh dana besar menjadi faktor lain yang jadi pertimbangan,”kata Syahidin.

Dijelaskan, bahu jalan yang longsor cukup lebar membutuhkan siring yang tak bisa asal. Sedangkan APBD HST belum bisa mencover pendanaannya.

Untuk itu, lokasi pembangunan jembatan baru bergeser sekitar 500 meter dari RT 02, yaitu di jembatan gantung perintis yang dibangun Vertical Resceu. “Hasil kajian tim kami, lokasi itulah yang memungkinkan,”katanya.

Sesuai permintaan masyarakat, kata SYahidin jembtan tersebut bisa dilewati mobil. Sebab selama ini, jika ke Alat Seberang harus mutar lewat jalan desa lain. Selain akses ke Desa Alat Seberang jembatan juga digunakan ke kebun dan sawah, ke sekolah serta ke masjid.

Diberitakan sebelumnya,pasca banjir bandang Januari 2021, permintaan warga agar segera dibangun jembatan permanen di desa itu belum bisa dipenuhi Pemkab HST.

Baca juga: Gunakan Batang Kelapa, Warga Patikalain HST Kembali Gotong Royong Membangun Jembatan Darurat

Warga pun sudah 12 kali gotong royong membangun jembatan darurat karena tiap kali diterjang arus air selalu hancur. Bahkan warga berseloroh, layak masuk rekor Muri.

Pemkab HST sendiri harus membuat kebijakan priorotas, karena banyaknya infratsruktur yang rusak, akibat sering di terjang banjir di wilayah HST.

Tak hanya jembatan, tapi juga jalan dan sekolah. Menurut SYahidin, untuk 2023 mendatang, prioritas jembatan butuh biaya besar yang dibangun selain di Desa Alat adalah di Desa Patikalain. (Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved