Wabah Corona di Kalsel

Update Covid-19 Kalsel: Kasus Naik, Tertinggi di Kota Banjarmasin

Update covid-19 Kalsel. Kasus aktif 204, tertinggi di Banjarmasin 33 Kota Banjarbaru 13 dan Kabupaten Banjar 11, sisanya di daerah-daerah lain.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
DINAS KESEHATAN PROVINSI KALSEL
Update Covid-19 Kalimantan Selatan, Selasa (8/11/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 di seluruh Indonesia.

Tidak terkecuali Kalimantan Selatan (Kalsel) yang masuk dalam daerah luar Pulau Jawa-Bali.

Itu termuat di dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 48 Tahun 2022. Untuk PPKM di Luar Jawa dan Bali, berlakunya hingga 5 Desember 2022. Sedangkan PPKM level 1 atau zona hijau sudah lama diterapkan di Kalsel.

Disampaikan Kadinkes Kalsel dr Diauddin, Selasa (8/11/2022), PPKM level 1 sudah lama diterapkan, sehingga ini bukan hal baru. Dan, aturan yang berlaku juga tetap sama dengan kini.

Baca juga: Kasus Covid-19 Hari Ini 8 November 2022 : Lonjakan Kasus Terjadi, Kalsel Bertambah 65 Orang

Baca juga: Berstatus PPKM Level 1, Ada 10  Warga di HSU Terpapar Covid-19

"Kita dari kemarin sudah PPKM level 1. Jadi kalau diperpanjang, sama saja seperti sekarang," ujarnya.

Berdasarkan dari Inmendagri, PPKM level 1, maka pembelajaran di sekolah bisa dengan tatap muka.

Kapasitas mal, bioskop, angkutan umum, masjid dan rumah ibadah, supermarket dan pasar, serta kegiatan seni dan budaya, diperbolehkan dengan kapasitas 100 persen.

Sementara itu, kasus Covid-19 di Kalsel kini naik. Berdasarkan data Dinkes Kalsel, Selasa (8/11), penambahan 65  orang pasien, dalam perawatan ada 204 orang dan suspek 6 orang.

Baca juga: Longsor di Loksado, Dinas PUPR Kabupaten HSS Koordinasi dengan Pemprov Kalsel untuk Penanganan

Baca juga: Warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah Bangun Rumah Monyet Demi Hindari Bencana

Baca juga: Banjir di 3 Kecamatan Wilayah Kabupaten Banjar Kalsel, Tiga Hari Warga Ini Mengungsi di Warung

Kasus aktif juga mengalami kenaikan, yakni yang kemarin 144 menjadi 204.

Tiga daerah penyumbang kasus tertinggi adalah dari Kota Banjarmasin sebanyak 33 orang, Kota Banjarbaru ada 13 orang dan Kabupaten Banjar ada 11 orang.

Sementara itu, pencapaian vaksinasi Covid 19 di Kalsel untuk dosis satu 84 persen, dosis dua 67 persen, booster satu 23 persen dan booster dua untuk nakes 44 persen. Total sasaran vaksinasi 3,6 juta orang.

,Sebelumnya Kabid P2P Dinkesprov Kalsel, Syahriani, mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan terhadap adanya varian baru Covid-19, yakni Omicron XBB.

Baca juga: Si Jago Merah Membara di Kabupaten Tanah Laut Kalsel, 1 Rumah Habis Terbakar

Baca juga: Lansia Berhasil Dievakuasi dari Dalam Rumah yang Terbakar di Keraton Kota Martapura Kalsel

Penularan Omicron XBB, menurutnya, lebih cepat 1,5 kali dibanding pendulunya.

Meski begitu, tambahnya, untuk menentukan masuk atau tidaknya ke Kalimantan Selatan varian baru tersebut perlu pemeriksaan spesifikasi whole genome squencing.

"Kami akan mengirim sampel, jika menemukan spesimen yang nilai CPT-nya rendah dan masuk dalam kriteria. Sampelnya akan kami kirim ke pusat untuk dicek," pungkas Syahriani.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved