Religi
Hikmah Fenomena Gerhana Bulan, Begini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat
Ustadz Adi Hidayat terangkan mengenai pelajaran adanya Gerhana Bulan, simak penjelasan pendakwah ini
Penulis: Mariana | Editor: Irfani Rahman
BANJARMASINPOST.CO.ID - Pendakwah Ustadz Adi Hidayat menjelaskan hikmah atau pelajaran dari fenomena Gerhana Bulan.
Allah akan menampakkan tanda-tanda kebesaran-Nya, Ustadz Adi Hidayat mengatakan ada beberapa hal yang tidak selalu ditampilkan dan butuh rentang waktu.
Diterangkan Ustadz Adi Hidayat, tanda-tanda kebesaran Allah baik di alam semesta maupun pada diri sendiri semua telah dijabarkan dan terkandung kebenarannya dalam Alquran.
Gerhana Bulan tekah terjadi pada Selasa (8/10/2022) lalu, merupakan fenomena tata surya yang melibatkan Bumi, Matahari, dan Bulan.
Fenomena ini terjadi ketika Bulan terutup oleh bayangan Bumi. Peristiwa ini hanya dapat terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan tepat atau hampir membentuk garis lurus dan Bulan berada dalam fase Bulan purnama.
Baca juga: Cara Tingkatkan Kecerdasan dengan Alquran, Ustadz Adi Hidayat Terangkan Kiat Belajar Ilmuwan Muslim
Baca juga: Doa Hilangkan Rasa Malas Diuraikan Ustadz Abdul Somad, Dapat Memperlancar Rezeki
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan di antara sekian banyak tanda-tanda kebesaran Allah, ada yang tidak ditunjukkan setiap waktu.
"Tidak setiap saat atau tidak setiap hari, seperti fenomena gerhana yang telah kita dapati dalam beberapa kali kesempatan, baik Gerhana Matahari maupun Gerhana Bulan yang kemarin baru saja dilalui," papar Ustadz Adi Hidayat dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Adi Hidayat Official.
Ustadz Adi Hidayat mengimbau agar peristiwa gerhana tersebut mampu meresap dalam diri umat muslim, dapat mengubah perilaku dan sikap seperti yang diinginkan Allah SWT dan ditunjukkan melalui Nabi Muhammad SAW.
Sebagaimana hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda fenomena gerhana hendaknya menjadikan umat Islam mendekatkan diri kepada Allah.
Melalui Alquran yang terdiri dari ayat-ayat, kaum muslimin dapat mempelajari tanda-tanda agar dapat mendekatkan diri kepada sang pencipta.
"Setiap berinteraksi dengan Alquran bertambah kedekatan kita terhadap Allah dan bertambah keimanan kita, sebagaimana tertulis di Surah Al-Anfal ayat kedua," terangnya.
Surat Al-Anfal Ayat 2
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Innamal-mu`minụnallażīna iżā żukirallāhu wajilat qulụbuhum wa iżā tuliyat 'alaihim āyātuhụ zādat-hum īmānaw wa 'alā rabbihim yatawakkalụn
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.
"Disebutkan nama Allah sehari lima kali dalam adzan itu, akan berbeda yang punya iman ketika mendengar suara adzan akan bergetar dalam jiwanya, maka akan bertambah keimanan dan terbangun kedekatan yang lebih kepada Allah SWT," jelas Ustadz Adi Hidayat.
Baca juga: Apa Itu Dosa Jariyah? Buya Yahya Jelaskan Cara Taubatnya
Baca juga: Kumpulan Kekeliruan Wanita Muslim, Ustadz Khalid Basalamah Jelaskan Keluar Rumah tanpa Keperluan
Ketika ada gerhana hendaknya bagi kaum mukmin langsung mengingat Allah, karena fenomena gerhana tidak hanya sekadar untuk diabadikan atau diteliti, lebih dari itu untuk meningkatkan kedekatan kepada Allah ta'ala.
Namun bagi yang ingin mencitrakan dan memfoto peristiwa gerhana bukanlah hal yang keliru, namun yang dikehendaki Allah adalah keimanan yang meningkatkan.
Kata Nabi SAW, hadirnya gerhana bukan sebab kematian dan kelahiran seseorang, karena dulu qadarullah bersamaan dengan tiba ajalnya salah satu putra Nabi Muhammad SAW yang bernama Ibrahim. Masyarakat pun beranggapan alam turut berduka maka terjadi gerhana.
"Nabi SAW pun menyanggah pendapat itu, lebih mengarahkan masyarakatnya kesadaran Allah hadirkan itu untuk mengingat-Nya dan mendekatkan diri kepada Allah SWT," ucap Ustadz Adi Hidayat.
Maka amalan yang harusnya dikerjakan saat gerhana adalah berdzikir kepada Allah, memperbanyak doa, dan memperbanyak istighfar.
Adanya gerhana Allah memberikan contoh bagaimana jika bumi digelapkan dan Anda atau umat muslim menemui ajalnya di hari itu bak di alam kubur.
Bila tidak memiliki amal yang cukup maka tidak ada cahaya, itulah gambaran yang ingin Allah berikan kepada hamba-Nya.
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post