Berita Tabalong

Eksepsi Ditolak Hakim, Mantan Kades Tamiyang Tabalong Lanjut Jalani Sidang Korupsi Dana Desa

sidang korupsi dana desa Kades Tamiyang Tabalong dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan terhadap 6 orang saksi.

Penulis: Dony Usman | Editor: Eka Dinayanti
Kejari Tabalong
Pemeriksaan saksi dalam sidang kasus korupsi dana desa Tamiyang Tabalong di Pengadilan Tipikor PN Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Upaya perlawanan yang dilakukan terdakwa korupsi Dana Desa Tamiyang, Kabupaten Tabalong, AL, melalui eksepsi terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) akhirnya kandas.

Ini setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, membacakan putusan sela yang menolak eksepsi terdakwa AL.

Dengan putusan sela itu membuat terdakwa AL yang saat dugaan korupsi masih menjadi Kepala Desa (Kades) Tamiyang ini harus terus menjalani proses persidangan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabalong Mohamad Ridosan,melalui Kasi Intelijen Kejari Tabalong, Amanda Adelina, Sabtu (12/11/2022) membenarkan majelis hakim menyatakan menolak eksepsi dari pihak terdakwa AL.

Baca juga: Sidang Dugaan Korupsi Mantan Bupati Tanbu, Mardani Koleksi Jam Tangan Richard Mille Harga Miliaran

Baca juga: Sidang Dugaan Korupsi Dana Desa Tamiyang Tabalong, Satu Terdakwa Tunggu Putusan Sela

"Ini disampaikan dalam persidangan yang dilaksanan Kamis (10/11/ 2022) siang sekitar pukul 13.30 WITA di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Banjarmasin, dengan agenda pembacaan putusan sela," katanya.

Majelis hakim, lanjut Amanda, dalam putusan selanya menyatakan, menolak eksepsi dari penasehat hukum terdakwa.

Kemudian meminta Jaksa Penuntut Umum melanjutkan persidangan ketahapan selanjutnya dan menangguhkan biaya perkara sampai putusan akhir.

Dengan putusan sela itu, maka sidang untuk terdakwa AL langsung dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan terhadap 6 orang saksi.

Sementara itu, untuk satu terdakwa lainnya, ANA, karena tidak ada melakukan eksepsi maka sidangnya yang sempat tertunda juga kembali digelar secara terpisah dengan terdakwa AL.

Terdakwa, AL, jalani sidang dari Rutan Tanjung dan terdakwa, ANA, dari Kantor Kejaksaan Negeri Tabalong. Keduanya mengikuti sidang secara daring.

Sedangkan untuk Jaksa Penuntut Umum dan penasihat hukum terdakwa ikuti langsung di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Banjarmasin.

Sama halnya dengan terdakwa AL, sidang lanjutan bagi terdakwa ANA yang juga dilaksanakan Kamis (10/11/ 2022), materinya berupa pemeriksaan saksi.

"Sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada hari Kamis 17 November 2022 dengan agenda pemeriksaan saksi," terang Amanda.

Baca juga: Kebut Pembuktian Dugaan Korupsi Suap, Majelis Hakim Jadwalkan Sidang Mardani Dua Kali Sepekan

Diketahui, dalam persidangan para terdakwa didakwa dengan dakwaan primair pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1 UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor sebagaimana telah diubah dan
ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Sedangkan dakwaan subsidair pasal 3 jo. pasal 18 ayat 1 UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001tentang perubahan UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Dalam kasus ini, kedua terdakwa diduga melakukan tiindak pidana korupsi pengelolaan Dana Desa Tamiyang tahun anggaran 2020.

Berdasarkan Laporan Perhitungan Kerugian Negara Inspektorat Kabupaten Tabalong merugikan keuangan negara sebesar Rp 160.000.000 atau setidaknya sekitar jumlah tersebut.

(banjarmasinpost.co.id/donyusman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved