Serambi Mekkah

Bupati Banjar Saidi Mansyur Hadiri Haul KH. Muhammad Herman Hasyim di Pengaron

Bupati H Saidi Mansyur hadiri peringatan haul ke-22 KH Muhammad Herman Hasyim di Desa Pengaron, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Kalsel.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Alpri Widianjono
CAMAT PENGARON
Bupati H Saidi Mansyur menghadiri peringatan haul ke -22 KH Muhammad Herman Hasyim di Desa Pengaron, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (13/11/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Bupati Banjar H Saidi Mansyur menghadiri peringatan haul ke -22 KH Muhammad Herman Hasyim, Minggu (13/11/2022).

Tempat pelaksanannya di Desa Pengaron, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Almarhum KH Muhammad Herman Hasyim adalah tokoh agama di Desa Pengaron, pegawai negeri sipil kala itu mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Fi Taklimil Aulad I.

Selama mengabdi sebagai guru agama di Desa Pengaron, KH Muhammad Herman Hasyim membuka majelis taklim untuk umum setiap Jumat pagi.

Selebihnya, Selasa malam dan Kamis malam khusus warga Desa Pengaron dan sekitarnya.

Suasana haul ke -22 KH Muhammad Herman Hasyim dihadiri Bupati banjar Saidi Mansyur 13112022.
Suasana haul ke -22 KH Muhammad Herman Hasyim yang juga dihadiri Bupati H Saidi Mansyur di Desa Pengaron, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (13/11/2022)

Seorang warga Desa Pengaron yang memiliki hubungan kekerabatan dari jalur ibunya dengan mendiang adalah Muhammad Tantowi. Ayahnya, H Abdul Hamid adalah teman KH Muhammad Herman Hasyim.

Dituturkan Tantowi, semasa hidup almarhum. tidak pernah marah dengan siapapun, termasuk preman.

Bahkan, preman insyaf sebagai pelaku kejahatan hingga menjadi khadam atau pelayan KH Muhammad Herman Hasyim.

Almarhum KH Muhammad Herman Hasyim dulunya adalah alumni Pondok Pesantren Darussalam Martapura, kala dipimpin KH Abdul Qodir Hasan.

Pamannya, H Toyib, adalah kepala desa atau pembakal tuha yang kedua sejak Desa Pengaron terbentuk dan menjadi Ibu Kota Kecamatan Pengaron.

Dilanjutkan Tantowi, sempat belajar dan diajari KH Muhammad Herman Hasyim saat duduk di bangku Kelas IV dan Kelas V di Madrasah Ibtidaiyah Fi Taklimil Aulad I.

KH Muhammad Herman Hasyim yang merintis dan menganjurkan untuk berguru dengan KH Muhammad Zaini Ghani saat di Keraton dan Sekumpul.

"Setiap pengajian Guru Sekumpul, tiga mobil angkutan desa berangkat menghadiri majelis guru Sekumpul. Ayah saja dan almarhum yang memimpin rombongan," kisahnya.

KH Muhammad Herman Hasyim dimakamkan di pemakaman umum di lahan yang diwakafkan oleh pamannya yang juga kepala desa Pengaron. Masya Allah, Tabarakallah. (AOL/*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved