Religi
Hukum Melayat Pakai Warna Baju Tertentu, Ustadz Abdul Somad Sebut Tak Boleh Mengkhususkan
Penceramah Ustadz Abdul Somad menjelaskan hukum melayat menggunakan warna pakaian tertentu
Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
BANJARMASINPOST.CO.ID - Penceramah Ustadz Abdul Somad menjelaskan hukum melayat menggunakan warna pakaian tertentu
Saat ini tampak sebagian orang memakai baju serba hitam ketika melayat atau ke pemakaman, Ustadz Abdul Somad menyebut tidak harus mengkhususkan warna pakaian tertentu.
Menurut Ustadz Abdul Somad ada aturan atau adab dalam Islam dalam melayat bagi kaum muslim.
Ustadz Abdul Somad menjelaskan dilarang melayat ke rumah duka menggunakan pakaian serba hitam.
"Sebab hal itu mengikuti orang kafir. Namun jika seseorang sudah terbiasa memakai pakaian warna hitam tak masalah, bagi yang biasanya memakai kuning, merah, coklat, dan lain-lain kemudian mengkhususkan pakai warna hitam saat melayat tidak boleh," jelas Ustadz Abdul Somad dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube DUNIA ISLAM.
Baca juga: Cara Memakai Celak Sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW, Buya Yahya Imbau Pakai di Malam Hari
Baca juga: Masih Kuliah di UIN Antasari Banjarmasin, Duta Wisata Tanbu Dipercaya Menjadi Guru di Gambut
Siapapun yang sengaja atau menyengaja memakai pakaian hitam saat berduka mengikuti tradisi orang-orang kafir.
Ia menambahkan hal ini sudah lama terjadi yang dipopulerkan oler artis-artis sinetron.
Ustadz Abdul Somad mengutip sebuah hadist yang berbunyi:
من تشبه بقوم فهو منهم
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia adalah bagian dari kaum tersebut,”
Melansir dari Tribunjogja.com, sebuah riwayat yang bersumber dari imam Bukhari dan Muslim menjelaskan bahwa tatkala Ibrahim putra beliau dari istri Mariyyah al-Qibthiyyah meninggal, linangan air mata mengalir membasahi pipi manusia termulia ini.
Hanya saja, tidak semua ekspresi kesedihan dapat dibenarkan oleh ajaran agama Islam.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW memberikan rambu-rambu bagaimana cara seorang Islam mengekspresikan kesedihan saat berduka.
Beberapa diantara adalah tak boleh berteriak-teriak, menjerit meratapi musibah, serta ekspresi-ekspresi berlebih lainnya saat berduka cita seperti mencakar wajah, menepuk dada dan lain sebagainya.
Muhammad bin Abi al-Abbas Ar-Ramli dalam kitab Nihayat al-Muhtaj memasukkan pula masalah mengenakan pakaian khusus yang mencerminkan berlebihan dalam bersedih.
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa setiap ekspresi maupun aktifitas yang menimbulkan kesan bersedih secara mendalam dan tidak terima dengan ketentuan Allah adalah haram hukumnya.
Baca juga: Keutamaan Membaca Ayat Kursi, Ustadz Abdul Somad Jelaskan Bangkitkan Semangat Kaum Muslimin
Baca juga: Obat Alergi Dikarenakan Stres, dr Zaidul Akbar Bagikan Solusi Lewat Air Kelapa Tua
Dari uraian diatas dapat difahami bahwa mengenakan pakaian khusus saat berduka atau takziah, tidak ada dasar perintahnya.
Sehingga pakailah pakaian biasa saja yang memperlihatkan kesopanan.
Dilansir Kompas.com, mendapat kabar duka meninggal dari seseorang adalah hal yang sangat menyentuh. Tak banyak yang bisa dilakukan, selain mengucapkan belasungkawa, melayat, mendoakan, dan menguatkan siapa pun yang merasa ditinggalkan.
Pakar etiket Mien R. Uno, dalam bukunya Etiket: Sukses Membawa Diri di Segala Kesempatan, menulis, saat mendapat kabar seseorang yang dikenal meninggal, hal yang pasti muncul adalah keinginan untuk belasungkawa.
Dikutip dari Mien Uno dan laman Mental Floss, berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat mengucapkan belasungkawa dan melayat.
Ucapkan belasungkawa
Menurut Mien Uno, jika kita berada di lokasi yang jauh dengan lokasi, seperti di luar kota, tak ada salahnya mengucapkan belasungkawa lewat pesan singkat, hingga mengirimkan karangan bunga.
Sementara itu, jika tinggal satu kota, maka sempatkan lah diri untuk melayat, dan ucapkan langsung rasa duka ke keluarga yang ditinggalkan. Pastikan kedatangan kita tidak mengganggu dan memberatkan keluarga tersebut.
Busana yang sesuai
Gunakanlah busana sederhana. Sebab, kedatangan untuk melayat untuk mendengarkan dan belajar, bukan merebut pusat perhatian.
Pilihlah pakaian yang sopan dan tertutup. Singkatnya, hindari busana dan aksesori yang mencolok atau mengganggu.
Busana yang umum dipakai adalah hitam, namun ada juga yang mengenakan serba putih.
Menurut Mien Uno, jika memang tidak memungkinkan atau sempat, apa pun pakaian yang menempel di badan bukan masalah besar.
Jika saat itu memakai aksesoris mencolok, simpan dulu, dan tampilkan dirimu secara sederhana.
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)