Berita Tanahlaut

Jalan di Jalur Perbatasan Tala-Banjar Rusak, Waktu Tempuh ke Kota Pelaihari Dua Kali Lebih Lama

Kondisi jalan poros di jalur perbatasan Kabupaten Tanahlaut-Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), di wilayah Desa Tanjung Kecamatan Bajuin rusak parah

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Idda Royani
TERKELUPAS - Beginilah antara lain kondisi aspal di jalan poros menuu Desa Tanjung Kecamatan Bajuin, Tanahlaut yang terkelupas. Pengendara mesti ekstra hari-hati melintasinya, Minggu (13/10/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kondisi jalan poros di jalur perbatasan Kabupaten Tanahlaut-Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), di wilayah Desa Tanjung Kecamatan Bajuin kini mulai dipenuhi  lubang-lubang.

Lapisan aspal banyak yang telah terkelupas dan memunculkan lubang-lubang di beberapa tempat. Kerusakan bahkan mulai terjadi sejak simpang tiga Desa Bajuin hingga ke pusat permukiman Desa Tanjung yang berjarak sekitar sepuluh kilometer.

Penuturan sejumlah warga, Minggu (13/11/2022), kerusakan kian meluas karena tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah. Kondisi itu cukup menyulitkan pengendara, terutama pascahujan karena muncul kubangan air di mana-mana.

Kepala Desa Tanjung Sukandar ketika dikonfirmasi membenarkan warganya menjadi kesulitan ketika hendak bepergian ke ibu kota kabupaten (Pelaihari) akibat kerusakan badan jalan poros tersebut.

Baca juga: Jalan Rusak di Mantimin Kabupaten Balangan Kalsel, Satu Truk Terjebak di Lokasi

Baca juga: Dampak Pembangunan Jembatan Perbatasan Tala-Banjar, Petani Sawit Riampinang Kesulitan Angkut Panen

Ia mengatakan warga kerap mengeluhkan kondisi tersebut. Pihaknya pun juga telah berupaya menyampaikan kepada pihak terkait perihal kerusakan jalan yang kian meluas di beberapa titik tersebut.

Dikatakannya, dampak paling nyata yang dirasakan warganya yakni waktu tempat yang menjadi lebih lama ketika hendak ke Pelaihari untuk berbelanja maupun menjual hasil pertanian.

"Kalau dulu ketika jalan masih nyaman, seperempat jam sudah nyampai ke Pelaihari, sekarang bisa sampai satu jam. Menjadi sekitar dua kali lipat waktu tempuhnya," sebut Sukandar.

Kerusakan terbanyak dan terparah, paparnya, berada di wilayah RT 4,5, dan 6. "Sedikitnya ada empat titik yang kerusakannya lumayan parah," tandasnya.

Baca juga: Aspal Jalan Poros ke Perbatasan Tanahlaut-Banjar Compang-camping, Begini Penampakannya

Bahkan di wilayah Desa Bajuin yang juga menjadi lintasan ke Pelaihari, sebutnya, juga ada beberapa tempat yang mulai mengalami kerusakan. "Kalau tak keliru di RT 5 dan 7 di Bajuin yang mulai rusak," sebutnya.

Sedangkan jalan poros di Dusun Riampinang dikatakannya masih bagus aspalnya. Sekadar diketahui dusun ini merupakan wilayah perbatasan dengan Desa Kiram, Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar. Jarak permukiman Riampinang ke Pelaihari 21 kilometer.

(Banjarmasinpost.co.id/Idda Royani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved