Korupsi di Kalsel

Dua Bulan Berlalu, Tiga Tersangka Korupsi Pengadaan Lahan Bendungan Tapin Kalsel Belum Ditahan

Tiga tersangka dugaan korupsi saat pembangunan Bendungan Tapin belum ditahan Kejati Kalsel karena penyidik masih kumpulkan bukti.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Asisten Pidana Khsusu Kejaksaaan Tinggi Kalimantan Selatan (Aspidsus Kejati Kalsel), Dwianto Prihartono, dan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum), Novelino. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meski sudah berstatus tersangka sejak Rabu (31/8/2022), namun penahanan terhadap tiga orang diduga terlibat dalam korupsi pada pengadaan lahan proyek Bendungan Tapin belum jelas.

Bendungan yang diresmikan Presiden Joko Widodo , Kamis (18/2//2022), ini terdapat di di Desa Pipitak Jaya, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Informasi dihimpun Banjarmasinpost.co.id, tersangka atas Dugaan Korupsi Bendungan Tapin ini adalah S, AR dan H, semuan sudah menjalani pemeriksaan di Kantor Kejati Kalsel di Jalan DI Pandjaitan, Kota Banjarmasin, Kamis (10/11/2022).

Para tersangka ini, yakni S yang saat kasus adalah sebagai Kepala Desa Pipitak Jaya, kemudian AR selaku guru ASN dan H selaku warga Desa Baramban, Kabupaten Tapin.

Baca juga: Pencurian Motor di Depan Siring Menara Pandang Banjarmasin, Pelaku Bertopi Huruf P

Baca juga: Terbakar Cemburu Lalu Hajar Wanita Ini Hingga Lebam, Warga Karangintan Diringkus Polres Banjarbaru

Belum dilakukannya penahanan terhadap ketiga tersangka, dibenarkan Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) pada Kejati Kalsel, Dwianto Prihartono. 

Alasannya, karena penyidik masih melakukan pengumpulan alat bukti. 

"Belum (ditahan). Tahap sekarang pengumpulan alat bukti. Kalau ada perkembangan akan kami sampaikan," ujar Aspidsus Kejati Kalsel saat dikonfirmasi. 

Diberitakan sebelumnya, pemeriksaan terhadap ketiga tersangka ini memang sempat tertunda karena mereka belum didampingi penasihat hukum saat dipanggil penyidik.

Baca juga: Dituntut 3,5 Tahun, Begini Pembelaaan Febrianti Terdakwa Dugaan Penipuan Arisan di Banjarmasin

Baca juga: Sawah Terendam, Kualitas Padi Petani Melayu Ilir Kabupaten Banjar Jadi Menurun

Dalam perkara ini, S, AR dan H disangkakan dengan Pasal 12 huruf e Undang Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke - 1 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP).

Selain itu juga, Pasal 11 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke - 1 KUHP.

Ketiganya diduga melakukan praktik korupsi terkait dana pembebasan lahan proyek Bendungan Tapin yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan rampung Tahun 2021.

Selain menetapkan 3 tersangka, dalam penyidikan kasus ini total sudah ada 28 orang yang diperiksa penyidik sebagai saksi.

Baca juga: Diizinkan Pulang Seusai Keracunan Makanan, 14 Siswa SDN Bingkulu 2 Tetap Dipantau Petugas Puskesmas

Baca juga: BREAKING NEWS - Keracunan Massal, Belasan Siswa SDN Bingkulu 2 Tanahlaut Kalsel Muntah-muntah

Dari jumlah itu, saksi berasal dari berbagai unsur baik dari perbankan, pemerintah daerah dan Kantor Pertanahan (Kantah/BPN) setempat hingga masyarakat penerima dana pembebasan lahan.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved