Berita Kotabaru

Sorot Seleksi Lelang Jabatan di Kotabaru, Ketua Komisi I : Tidak Logis Rangking Tertinggi Tak Lolos

Ketua Komisi I DPRD Kotabaru Gewsima Mega Putra menyoroti hasil pelaksanaan lelang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkup Pemkab Kotabaru

Penulis: Herliansyah | Editor: Hari Widodo
DOK BPOST
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kotabaru, Gewsima Mega Putra sorot lelang jabatan di lingkup Pemkab Kotabaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Ketua Komisi I DPRD Kotabaru Gewsima Mega Putra menyoroti hasil pelaksanaan lelang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru.

Gewsima sangat menyayangkan lelang jabatan untuk mengisi JPT Pratama, karena sampai pada akhir tahapan seleksi ada tiga SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang kosong.

Menurut dia, masih adanya tiga SKPD yang kosong berimbas pada efisiensi anggaran karena harus melaksanakan lelang lagi.

Selain berimbas pada efisiensi anggaran, lanjut Gewsima, masih ada SKPD kosong otomatis akan diisi lagi dengan pejabat pelaksana tugas (Plt), pun bakal berpengaruh terhadap administrasi dibirokrasi di SKPD tersebut.

Baca juga: Lantik 45 Pejabat di Ujung Jabatan, Noormiliyani Sempurnakan Struktur Pejabat Pemkab Batola

Baca juga: Tiga Kepala SKPD di Pemkab Kotabaru Masih Kosong, Said Akhmad : Tidak Ada Pelamar Memenuhi Kriteria

Sementara batas jabatan pelaksana tugas hanya tiga bulan, boleh diperpanjang satu kali. "Kemudian harus diganti lagi," ujar Geweima kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (14/11/2022).

Terlebih selain tiga SKPD masih kosong, Gewsima menyoroti hasil akhir sari proses lelang jabatan yang dinilainya tidak logis.

Gewsima berpendapat tidak logis, karena hasil seleksi kompetensi (Asessment Center) seleksi terbuka pengisian JPT tahun 2022. Ada peserta mendapat nilai tertinggi dengan katagori MS (memenuhi syarat).

Namun justru tidak lolos, tidak masuk hasil akhir seleksi pengisian JPT di lingkungan Pemkab Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

"Jadi tidak logis, mendapat nilai tertinggi tapi tidak lolos," pungkas Gewsima.

Sekretaris Daerah Drs H Said Akhmad, MM yang juga Ketua Panitia Seleksi (Pansel) lulus dan tidak lulusnya melalui penilaian kelayakan dari Pansel.

"Ada kompetisi, dapat nilai. Tinggi tidak tinggi, bila tidak tinggi (nilai) berarti kan tidak lulus," kata Said Akhmad.

Rata-rata yang mengikuti seleksi, sambung dia, pembuatan makalah pun. Diikuti kompetisi eselon II, sementara menshetnya masih kabid.

Disinggung soal asessment, lanjut dia, asessment hanya menilai antara memenuhi syarat (MS), tidak memenuhi syarat (TMS), dan masih memenuhi syarat (MMS).

"Yang lolos berartikan yang masih memenuhi syarat. Itu hanya mengetes IQ, nilainya sekitar 20 persen. Nilai yang lain termasuk makalah, wawancara.

Hasil asessment hanya salah satu katagori nilai. "Makanya digabung dengan termasuk makalah," ujarnya.

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Kotabaru Mulai Lakukan Seleksi Lelang Jabatan Pejabat Tinggi Pratama

Bagaimana masih ada kekosongan SKPD menjadi sorotan Komisi I DPRD, karena akan berimbas pada efesiensi anggaran dan kebijakan admistrasi, Said Akhmad menjelaskan, harusnya menjadi calon JPT Pratama, harusnya mempersiapkan sebelum dites.

"Jangan asal-asalan. Seharusnya ingin menjadi kepala dinas harus menguasai jabatan di eselon II, ini yang mereka tidak mengerti," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved