Berita Kotabaru

Aktivitas Tambang Bikin Warga Pulaulaut Tengah Kesulitan Air, Sekda: Perusahaan Harus Tanggung Jawab

Kesulitan air bersih dialami warga Pulaulaut Tengah seak aktivitas tambang batubara oleh PT Sebuku Tanjung Coal berlangsung

Penulis: Herliansyah | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Ilustrasi-Kegiatan penambangan di Desa Sungup Kanan, Kecamatan Pulaulaut Tengah, Kotabaru Kalsel, jelas terlihat dari jalan nasional berjarak hanya ratusan meter, Sabtu (20/2/2021). Semenjak aktivitas tambang berlangsung warga setempat kesulitan air bersih. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Sekretaris Daerah Kotabaru Drs H Said Akhmad, MM akhirnya angka bicara soal kesulitan air bersih yang dialami warga di Kecamatan Pulaulaut Tengah, di antaranya warga Desa Sungup, Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan.

Kesulitan air bersih dialami pascaadanya aktivitas tambang batubara oleh PT Sebuku Tanjung Coal (PT STC), memantik reaksi Said Akhmad.

Ssebelum ada aktivitas perusahaan, kebutuhan air bersih warga mengandalkan dam yang dikelola swadaya.

Perusahaan memindah lokasi menjadi sumber bersih warga ke lokasi lain, dengan membangunkan embung.

Baca juga: Gelar Demo di DPRD Kotabaru, LSM AK2TPL Pertanyakan Kompensasi Realisasi PT Sebuku Tanjung Coal

Baca juga: Warga Desa Sungupkanan Kesulitan Air Bersih, PT Sebuku Coal Kotabaru Bangun DAM

Ironisnya fasilitas sudah menghabisikan anggaran sekitar Rp 600 juta itu belum bisa dinikmati.

Said Akhmad meminta pihak perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap ketersediaan air bersih warga di wilayah terdampak aktivitas.

"Perusahaan harus bertanggung jawab," terang Said Akhmad usai menghadiri rapat paripurna di DPRD, Senin (14/11/2022).

Sebab seyogyanya embung pengganti dam, harusnya berfungsi lebih baik dari dam. "Kalau dulu warga memakai dam, dibangunkan embung harusnya lebih baik," ungkapnya.

Baca juga: Blasting Dituding Penyebab Rumah Warga Retak, PT Sebuku Coal Kotabaru Komitmen Lakukan Perbaikan

Terpisah, pihak perusahaan berjanji menuntaskan persoalan air bersih di wilayah tersebut. Selain pembangunan bangunan tambahan di rumah sakit baru di Stagen.

Komitmen itu disampaikan pihak perusahaan dalam rapat dengat pendapat (RDP) antara manajemen PT STC, LSM dari Asosiasi Kawal Kompensasi Tambang Pulaulaut (AK2TPL), instansi terkait dan komisi gabungan di DPRD.

(Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved