Ekonomi dan Bisnis

Himpun Rupiah dari Batang Eceng Gondok di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Warga Desa Rukam Hilir Kabupaten Hulu Sungai Utara cari eceng gondong berbatang besar, dijualnya ke pembuat barang kerajinan Rp 12.000 per kilogram.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Batang eceng gondok dijemur di pinggir jalan di Desa Rukam Hilir, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (15/11/2022). Pembelinya ada pembuat barang kerajinan, Rp 12 ribu per kilogram. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Lahan rawa-rawa yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel),  sangatlah luas dan banyak terdapat eceng gondok.

Tanaman air tersebut umumnya digunakan sebagian warga Kabupaten HSU untulk bahan dasar pembuatan kerajinan.

Meskipun tidak semuanya, karena hanya dipilih bagian batang yang panjang dan dengan ukuran besar. 

Saat melewati jalan Desa Rukam Hilir, Kecamatan Amuntai Selatan, tampak batang eceng gondok yang dijemur di pinggir jalan.

Pemandangan ini sudah biasa bagi wara karena sebagiannya menjual bahan dasar pembuatan kerajinan dari eceng gondok. 

Baca juga: Tarif Penyeberangan Pelabuhan Ferry Batulicin-Tanjung Serdang Naik, Berlaku Sejak 17 November,

Baca juga: Atasi Kenaikan Harga, Diskopukmperindag Tabalong Luncurkan Program Subsidi Beras di Pasar Rakyat

Baca juga: Kejahatan Skimming Bank Kalsel, Polda Kalsel : Terduga Pelaku Kedua Ditahan di Lapas Bangli Bali 

Warga di Kecamatan Amuntai Selatan sebagian adalah perajin. Namun mereka tidak mencari sendiri bahan utamanya, melainkan membeli batang eceng gondok ke para pencari.

Seperti yang biasa dilakukan Amat, warga Desa Rukam Hilir, mencari eceng gondok di rawa-rawa menggunakan perahu atau jukung tanpa mesin.

"Tidak semua eceng gondok bisa digunakan. Biasanya memilih yang muda dan masih hijau serta memiliki ukuran yang besar dan panjang agar lebih mudah saat digunakan untuk membuat kerajinan," ujarnya. 

Untuk mencari eceng gondok yang bagus, mencari ke rawa-rawa yang tidak terlalu banyak eceng gondoknya. Karena jika terlalu banyak, ukurannya kecil-kecil dan ada yang sudah tua berwarna kuning. 

Batang eceng gondok yang kuning, jika dikeringkan, kadang akan menghitam, sehingga merusak tampilan kerajinan karena berbeda warna.

Baca juga: Warga Rela Antri Beli Beras Bersubsidi di Pasar Tanjung Tabalong, 6 Karung Ludes Terjual

Baca juga: Lahan Rawa Tak Kunjung Surut , Luasan Lahan Tanam Padi Tahun 2022 di HSU Berkurang 12 Ribu Hektare

Baca juga: Pelaku UMKM Sasirangan Binaan Bank Kalsel Berawal Sampingan, Kini Punya Toko

Setelah dipilih batang eceng gondok yang panjang, lalu dibersihkan dan dipisahkan dari daunnya. 

Kemudian, dicuci dan dikeringkam, memerlukan waktu sekitar empat hari jika cuaca sedang panas.

Batang eceng gondok yang sudah kering, diikat dan dijual dengan harga Rp 12.000 per kilogram. HItungannya berdasarkan berat dan biasanya diikat perdua kilogram. 

Untuk membuat kerajinan tikar, biasanya memerlukan tiga ikat batang eceng gondok kering atau sekitar enam kilogram.

Untuk tikar dengan ukuran 1,5 meter, dijual dengan harga Rp 150 ribu per lembarnya. 

(Banjarmasinpost.co.id/ Reni Kurniawati)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved