Berita Banjarmasin

Komisi II DPRD Banjarmasin Minta Penggarapan Film JSS Dibintangi Olla Ramlan Dihentikan

Komisi II DPRD Banjarmasin minta penggarapan film Jendela Seribu Sungai dibintangi Olla Ramlan dihentikan karena habiskan anggaran besar Rp 6,6 miliar

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
banjarmasinpost.co.id/rifki sulaiman
Proses briefing para kru film Jendela Seribu Sungai sebelum shooting di SDN Pengambangan 6 Banjarmasin, Minggu (13/11/2022). Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, hadir memberikan dukungan dengan menjadi cameo. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin saat ini mulai melakukan penggarapan film dengan judul Jendela Seribu Sungai (JJS).

Selain melibatkan beberapa artis ibu kota, Agla Arta Lidia, Bimasena, Mathias Muchus dan Aryo Wahab, juga ada beberapa pemain yang berasal dari tanah Banjar, yaitu Olla Ramlan, Ian Kasela dan Bopak Castello.

Film ini juga melibatkan Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina.

Film ini mengadaptasi sebuah novel berjudul sama, karya Miranda dan Avesina Soebli, ditaksir menelan biaya sekitar Rp 6,6 miliar.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kalsel Naik, Jumlah Pasien di RSUD Ulin Banjarmasin Ikut Meningkat

Baca juga: Tabrakan Maut di Lingkar Selatan, Seorang Warga Tambak Anyar Kalsel Meninggal di Tempat

Baca juga: Diseruduk Truk Fuso, Avanza dan Rumah Warga di Barikin HST Kalsel Rusak Parah

Dan adanya pembuatan film ini pun rupanya mendapat sorotan, khususnya anggota legislatif di DPRD Banjarmasin.

Bahkan Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah, terkesan kaget karena tanpa sepengetahuan pihaknya.

"Sebagai Ketua Komisi II, kami sampaikan bahwa memang kami tidak mengetahui tentang adanya usulan anggaran Rp 6,6 miliar untuk pembuatan film itu," ujarnya.

Dia pun menerangkan bahwa tidak menutup kemungkinan penganggaran dibahas dengan Badan Anggaran saja.

Baca juga: Kabur Usai Tusuk Penjaga Malam di Banjarmasin Hingga Tewas, Residivis Ini Dibekuk di Jalan Pramuka

Baca juga: Gasak Uang dan HP, Pria di Tanbu Diringkus Personel Polsek Kusan Hilir

"Apakah mungkin itu cukup pada saat pembahasan di Badan Anggaran. Tapi pada intinya, kami di Komisi II tidak mengetahui tentang adanya usulan itu," jelasnya.

Pihaknya berencana memanggil instansi terkait, khususnya Disbudporapar Banjarmasin, mengenai film Jendela Seribu Sungai.

"Mungkin melakukan pemanggilan ke dinas terkait untuk klarifikasi atau penjelasan tentang anggaran untuk pembuatan film ini," katanya.

Tidak hanya itu saja, Awan Subarkah pun berharap penggarapan film Jendela Seribu Sungai segera dihentikan, mengingat anggarannya terbilang cukup besar.

Baca juga: Korban Keracunan Massal SDN Bingkulu 2 Tala Masuk Sekolah Lagi Hari Ini, Empat Orang Absen

Baca juga: Narkoba di Kalsel - Dua Tersangka Pemilik Sabu Diamankan BNNK Balangan

Baca juga: Kebakaran di Jalan Veteran Banjarmasin, Api Diduga Berasal dari Rumah Kosong

"Kami berharap tidak dilanjutkan karena anggaran terlalu besar. Lebih baik diprioritaskan untuk kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat atau lebih urgen. Misalnya untuk mendukung peningkatan olahraga, kebudayaan lokal atau pembinaan seniman-seniman kita," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved