Berita HSU

Lahan Rawa Tak Kunjung Surut , Luasan Lahan Tanam Padi Tahun 2022 di HSU Berkurang 12 Ribu Hektare

Lahan rawa yang tak kunjung surut membuat luas lahan tanam padi di HSU pada 2022 berkurang hingga 12 ribu hektare

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Lahan rawa yang tak bisa ditanami padi karena banyak eceng gondok dan lahan tidak surut di Desa Bayur Kabupaten HSU, Selasa (15/11/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Lahan pertanian yang ada di Kabupaten Hulu SUngai Utara (HSU) sebagian besar merupakan lahan rawa yang mengering di musim kemarau

Namun tahun ini, gagal tanam yang terjadi membuat jumlah luasan lahan tanam pertanian jauh mengalami penurunan yang sangat segnifikan.

Kepala Dinas Pertanian Masrai Syawfajar mengatakan,  tahun 2021 luasan lahan yang melakukan tanam sekitar 19 ribu hektar dan tahun ini hanya sekitar 7 ribu hektar. Artinya, ada penurunan sebanyak 12 ribu hektare.

Luasan lahan pertanian jauh berkurang karena banyak yang gagal tanam sebab air yang tak kunjung surut.

Baca juga: Petani Ujungbatu Tanahlaut Keluhkan Lahan Sawah Tak Bisa Ditanami, Kades Tempuh Langkah Ini

Baca juga: Resmi Jadi Ibu Kota, Permasalahan Lahan Membayangi Banjarbaru, Pertanian Terjepit Bangunan Beton

Baca juga: Manfaatkan Kotoran Kelalawar untuk Pupuk Pertanian, Warga Pasting HST Berburu ke Gua Berangin

Lahan pertanian di Kabupaten HSU adalah lahan rawa yang mengering di musim kemarau, dan tahun ini meskipun dipuncak musim kemarau namun lahan tersebut tak kunjung surut. 

Masrai menambahkan tahun ini Kabupaten HSU juga tidak mendapatkan bantuan benih padi dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Berbeda dengan tahun lalu yang mendapat bantuan benih untuk 5.000 hektar lahan pertanian

"Untuk tahun ini tidak mendapatkan bantuan benih dari provinsi ataupun pusat, bantuan benih hanya dari daerah atau dari dana desa tiap masing masing desa. Ini juga menjadi salahsatu penyebab berkurangnya lahan pertanian di HSU," ujarnya.

Masrai yang belum lama menjabat menjadi Kepala Dinas Pertanian ini mengatakan untuk tahun ini kembali diusulkan agar tahun depan bisa kembali mendapat bantuan benih sehing apetani juga termotivasi untuk membuka lahan pertanian

Pengusulan bantuan benih sudah dilakukan dan diusulkan sesuai dengan dat aynag didapat dari penyuluh tentang luasan lahan pertanian yang berpotensi untuk bisa ditanami. 

"Kami usulkan bantuan benih untuk 3500 hektar, sesuai dengan data penyuluh lahan yang berpotensi tanam," ujarnya, Selasa (15/11/2022).

Alasan lain menurunnya angka luasan lahan pertanian adalah banyaknya eceng gondok yang ada di lahan rawa.

Baca juga: Lahan Rawa Masih Tergenang, Petani di Kabupaten HSU Kalsel Belum Bisa Tanam Padi

Gulma satu ini memang bisa dimanfaatkan untuk bahan dasar kerajinan namun jika jumlahnya sangat banyak akan sulit untuk dibersihkan dan semakin banyak jika dibiarkan. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Amos Silitonga mengatakan pihaknya telah mengusulkan untuk pengadaan excavator amphibi yang bisa digunakan untuk membersihkan lahan rawa dari tanaman liar. 

"Alat ini memang penting untuk para petani untuk membuka lahan, sesuai dengan usulan kami mengadakan dua unit excavator amphobi untuk tahun depan," ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/REni Kurnaiwati)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved