Berita Banjarmasin

Puluhan Murid di SDN Alalak Utara 3 Kota Banjarmasin Terserang Scabies

Sebanyak 32 murid SDN Alalak Utara 3 terkena penyakit gatal dan mendapat pengobatan dari Dinkes Kota Banjarmasin dan organisasi profesi kesehatan.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Murid-murid sedang mendapatkan pelayanan penyuluhan dan pengobatan scabies dari petugas kesehatan di SDN Alalak 3, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (15/11/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejak beberapa bulan ini, puluhan murid SDN Alalak Utara 3 Kota  Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terserang scabies.

Scabies adalah penyakit kulit yang ditandai dengan gatal intens dan disebabkan oleh kutu kecil bernama sarcoptes scabiei.

Penyakit ini bereaksi kuat pada saat malam hari dan biasanya muncul bentol-bentol seperti digigit nyamuk, namun pada scabies ini bentolannya lebih banyak dan berada di kulit-kulit tipis seperti di sela jari dan sebagainya.

Mengenai situasi ini dibenarkan oleh Kepala SDN Alalak Utara 3 Kota Banjarmasin, Nurul Fajriah.

"Ada 32 murid yang terkena scabies. Didominasi murid kelas empat dan kelas lima," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (15/11/2022).

Baca juga: Diseruduk Truk Fuso, Avanza dan Rumah Warga di Barikin HST Kalsel Rusak Parah

Baca juga: Pasca Terbakar Agustus 2021, Pembangunan SDN Sungai Tunjang Batola Mulai Dikerjakan

Diketahuinya ada puluhan murid yang terserang scabies ini berdasarkan hasil pemeriksaan dari puskesmas.

"Jadi, waktu ada kegiatan pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan, dilakukan pemeriksaan kesehatan. Tangan dan kaki anak-anak kami diperiksa. Ada anak yang mengeluh gatal-gatal. Kemudian diperiksa kembali oleh puskesmas. Totalnya ada 32 anak yang terkena scabies," ujar Nurul Fajriah di sela kegiatan penyuluhan dan pengobatan scabies yang dilakukan Dinkes Banjarmasin.

Kegiatan penyuluhan dan pengobatan scabies ini dilakukan Dinkes Banjarmasin, bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Umum Indonesia (IDUI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Serta, Perkumpulan Promotor & Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI).

Masih kata Nurul Fajriah, akibat terserang scabies, anak didik sedikit terganggu melakukan aktivitas belajar.

Baca juga: Warga Rela Antri Beli Beras Bersubsidi di Pasar Tanjung Tabalong, 6 Karung Ludes Terjual

Baca juga: Permudah Akses Administrasi, Warga Binaan Lapas Tanjung Kalsel Rekam KTP Elektronik

"Karena, ada anak yang sampai tidak bisa mengenakan sepatu. Kemudian yang parah juga terkena di tangan, sampai tidak bisa menggenggam pensil," jelasnya.

Disinggung mengenai penyebab terkena scabies, Nurul Fajriah pun menduga karena terkait dengan sanitasi. "Apalagi, anak-anak sering mandi di sungai," jelasnya.

Piihaknya sangat menyambut positif atas penyuluhan dan pengobatan scabies yang dilakukan di SDN Alalak Utara 3 Banjarmasin oleh Dinkes Banjarmasin, bekerja sama dengan berbagai organisasi ini.

"Kami sangat menyambut positif kegiatan ini. Karena kalau beli di apotek, obat untuk scabies ini bisa di atas Rp 60 ribu. Rata-rata, anak-anak dari kalangan menengah ke bawah, sehingga ini sangat membantu. Mudah-mudahan ke depannya tidak terjadi lagi seperti ini," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved