Berita HST

Terapkan Muatan Lokal Agama di Sekolah Umum, Pemkab HST Kerahkan 1.800 Guru TK TPA  

Untuk menambah pengetahuan agama, khususnya siswa beragama Islam, Pemkab HST mengerahkan 1.800 ustadz dan ustadzah TKA dan TPA

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
Dok BPost
SDN Bulayak, salah satu sekolah di Meratus Desa Bulayak Kecamatan Hantakan, HST. FOTO : DOKUMEN/BPOST 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Untuk menambah pengetahuan agama, khususnya siswa beragama Islam, Pemkab Hulu Sungai Tengah (HST) mengerahkan 1.800 ustadz danustadzah yang selama ini mengajar di TK Alquran atau Taman Pendidikan Alquran.

Ustadz dan ustadzah tersebut diperbantukan mengajar di SD dan SMP di wilayah masing-masing untuk materi pelajaran muatan lokal.

Plt Kepala Dinas Pendidikan HST  Anhar, kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (15/11/2022) menjelaskan, kebijakan tersebut berlaku sejak Oktober 2022 lalu, sekaligus dalam rangka mencetak tahfiz Quran.

“Jadi dalam satu minggu, ada satu hari ustadz/ustadzah TK/TPA mengajar membaca dan menghapal Alquran di sekolah umum. Selebihnya, mereka mengajar di TK/TPA masing-masing,”kata Anhar.  

Baca juga: Warga Wawai Kabupaten HST Digigit Anjing Liar, Seorang Korban Dirujuk ke RSUD H Damanhuri

Baca juga: Diseruduk Truk Fuso, Avanza dan Rumah Warga di Barikin HST Kalsel Rusak Parah

Mengenai kunjungan ke sekolah umum, SD/SMP tersebut, diatur masing-masing sekolah.

“Program ini sudah berjalan, di semua sekolah di kecamatan,”katanya.

Bagaimana dengan di sekolah terpencil? Menurut Anhar, kebanyakan siswa di sekolah terpencil beragama non Islam, sehingga muatan lokal menyesuaikan dengan kondisi setempat.

Rencana untuk di desa terpencil diterapkan raport karakter, yang saat ini masih penggodokan instrumennya.

Baca juga: Kendaraan Dinas Pejabat Pemkab HST Diinventarisir, Kemudian Dipasangi Stiker

Sesuai profil pelajar Pancasila, kata Anhar ada lima yaitu beriman, bertakwa dan berakhlak mulia. Bernalar kritis, kemandirian serta kebhinekaan global.

“Misalnya dijabarkan dnegan bentuk kegiatan pramuka. Kami masih mencari karakter kemandirian,”katanya. (banjarmasinpost.co.id/Hanani)

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved