Kasus Gagal Ginjal Akut

Bareskrim Tetapkan Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut, Pegawai BPOM Turut Diperiksa

Kasus gagal ginjal akut berujung pidana. Bareskrim mabes Polri sudah menetapkan tersangka dalam kasus gagal ginjal akut.

Editor: M.Risman Noor
Warta kota/Gilar Prayogo
Tampak Iah Sholeha, Ibu dari balita korban gagal ginjal akut pertama di Kota Depok, Jumat (21/10/2022) malam. Mabes Polri kini sudah menetapkan tersangka dalam kasus gagal ginjal akut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kasus gagal ginjal akut berujung pidana. Bareskrim mabes Polri sudah menetapkan tersangka dalam kasus gagal ginjal akut.

Namun identitas tersangka belum diungkap Bareskrim mabes Polri.

Gelar kasus sudah dilakukan mabes Polri dan dipastikan sudah ada yang menjadi tersangka dalam kasus gagal ginjal akut.

Kasus obat sirop, penyidik sudah memeriksa beberapa orang termasuk dari BPOM RI.

Baca juga: Angkutan Umum Banyak Tak Layak, Ketua Organda Kalsel Berharap Pemerintah Membantu Peremajaan

Baca juga: Masalah Kolesterol Tinggi Bisa Teratasi, dr Zaidul Akbar Jelaskan Manfaat Mangga

"Ya, sudah selesai gelar perkara hari ini," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto kepada wartawan, Rabu (16/11/2022).

Pipit menuturkan bahwa pihaknya masih enggan untuk membeberkan identitas tersangka dalam kasus tersebut.

Nantinya, penyidik akan mengumumkan dalam waktu dekat.

"Sudah (ada tersangka, Red). Segera diumumkan tapi belum hari ini ya. Kita tanya pimpinan dulu," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung RI menerima 3 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait kasus obat sirop penyebab gagal ginjal akut.

Namun, belum ada tersangka dalam kasus tersebut.

Baca juga: Besok, 117 Desa Serentak Pemilihan Kepala Desa, Ini Arahan Bupati Banjar Saidi Mansyur

Hal itu diungkap Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI Ketut Sumedana.

Menurutnya, hal itu diketahui seusai Kejaksaan bertemu dengan pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Jadi tadi ada dari BPOM, Kepala BPOM datang ke Kejaksaan Agung untuk bertemu langsung dengan Pak Jaksa Agung dengan jajarannya. Termasuk beberapa deputi yang dibawa ke sini. Pertemuan itu terkait dengan dukungan penegakan hukum terutama kasus yang sedang diselidiki oleh BPOM," kata Ketut di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (16/11/2022).

Ketut menuturkan bahwa pihaknya menerima 3 SPDP di kasus obat sirop penyebab gagal ginjal akut terhadap ratusan anak.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved