Korupsi di Kalsel

Kejari Banjarmasin Tahan Ketua Tim Konsultan Pengawas Pembangunan Terminal Km 6 Banjarmasin

Mantan pimpinan tim konsultan pengawas pada proyek pembangunan Terminal Km 6 Banjarmasin TA 2014, MFJ (50), ditahan Kejari Banjarmasin.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
KEJARI BNJARMASIN
Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin melakukan penahanan terhadap tersangka dugaan korupsi pembangunan Terminal Km6, berinisial MFJ. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin menetapkan satu tersangka, berinisial MFJ (50), dalam kasus dugaan Korupsi Pembangunan Terminal KM 6 Banjarmasin Tahun Anggaran 2014. 

Tak cuma penetapan status tersangka, penyidik pada Kejari Banjarmasin juga sekaligus melakukan penahanan terhadap MFJ. 

"Penahanan sudah dikakukan," kata Kepala Kejari Banjarmasin, Indah Laila, melalui Kepala Seksi Intelijen, Dimas Purnama Putra dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Rabu (16/11/2022).

Penetapan tersangka sekaligus penahanan dilakukan setelah penyidik mengantongi alat bukti permulaan yang cukup. 

Alat bukti dimaksud termasuk hasil pemeriksaan sejumlah saksi, ahli dan dokumen-dokumen. 

Baca juga: Ratusan Ribu Rokok Ilegal di Banjarmasin Dimusnahkan, Kerugian Negara Rp 539 Juta

Baca juga: Tanggapan Warga Banjarmasin Bila Izin Keramaian Dibatasi: Masyarakat Jadi Galau Lagi

"Keterangan saksi-saksi dan pemeriksaan dokumen-dokumen terkait dilakukan melalui penyidikan," ungkap Dimas. 

Saat ini, tersangka MFJ untuk sementara dititipkan di Rutan Polresta Banjarmasin, Jalan A Yani Km3, Kota Banjarmasin,  selama proses penyidikan. 

Sebelum ditahan, MFJ lebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan. Dia merupakan pimpinan tim konsultan pengawas pada proyek pembangunan Terminal Km 6 Banjarmasin TA 2014 . 

Sebelumnya, sudah ada 3 orang dalam pusaran Korupsi Pembangunan Terminal KM 6 Banjarmasin yang berstatus terpidana. 

Melalui rangkaian persidangan, 3 orang itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. 

Baca juga: Covid-19 Masih Mengintai, Kalsel PPKM Level 1, Izin Keramaian Harus Ada Rekomendasi Satgas dan BPBD

Baca juga: Pengunjung Pantai Batakan Tala Kembali Diresahkan Aksi Pemalakan, Pelaku Telah Dijebloskan ke Sel

Mereka adalah mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin Kasman, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Mahmudi dan satu lagi adalah kontraktor Fahmi Nurahman.

Dalam perkara tersebut diketahui, nilai kerugian negara yang timbul dari proyek tersebut mencapai Rp 1,63 miliar lebih. 

Kerugian itu timbul karena ada banyak aspek pekerjaan fisik yang dilaksanakan tidak sesuai spesifikasi. 

Contoh di antaranya pekerjaan plat lantai beton yang seharusnya setebal 20 cm hanya dipasang 15 cm.

Lalu pekerjaan balok dan kolom tulangan menggunakan besi yang seharusnya berdiameter 10, hanya dipasang besi diameter 8. 

Baca juga: Oprit Jembatan Besi Pandahan Tanahlaut Mulai Terkoyak, Beberapa Pengendara Jadi Korban

Baca juga: Komisi II DPRD Banjarmasin Minta Penggarapan Film JSS Dibintangi Olla Ramlan Dihentikan

Menurut Dimas, saat ini penyidik juga masih berupaya memanggil satu saksi lainnya untuk dimintai keterangan terkait perkara tersebut. Namun yang bersangkutan masih belum memenuhi panggilan.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved