Berita Banjarmasin

Pegiat Sineas Banjarmasin Sayangkan Rp 6 Miliar untuk Bikin Film JSS, Ini Respon Produser Film

Pegiat sineas Banjarmasin menyayangkan penggunaan Rp 6 miliar hanya untuk bikin film Jendela Seribu Sungai (JSS), produser siap tanggung jawab.

Penulis: Rifki Soelaiman | Editor: Alpri Widianjono
ARIS MUDA UNTUK BPOST
Proses syuting film Jendela Seribu Sungai (JSS) di SDN Pengambangan 6 Kota Banjarmasin saat pengambilan scene murid hormat Bendera Merah Putih, Minggu (13/11/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Anggaran pembuatan film Jendela Seribu Sungai (JSS) sebesar Rp 6 miliar oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menjadi sorotan publik belakangan ini. 

Sebab, anggaran tersebut berasal dari APBD yang sejatinya bisa difungsikan untuk keperluan penting lainnya bagi masyarakat Kota Banjarmasin

Beberapa komentar pun berdatangan, mulai dari anggota DPRD Banjarmasin, LSM, serta salah seorang pegiat sineas atau perfilman, Munir Shadikin, Ketua Umum Forum Sineas Banua.

“Kalau saya pribadi, tidak mewakili komunitas atau lembaga apapun. Murni sebagai individu pegiat film, berpendapat menyayangkan dengan anggaran yang dikeluarkan tersebut,” katanya saat ditanyai perihal film Jendela Seribu Sungai (JSS) dengan anggaran Rp 6 miliar, Selasa (15/11/2022).

Baca juga: Pembuatan Film JSS Disorot, Banggar DPRD Banjarmasin : Kami Tak Pernah Membahas Anggarannya

Baca juga: Komisi II DPRD Banjarmasin Minta Penggarapan Film JSS Dibintangi Olla Ramlan Dihentikan

Menurut Munir, masih banyak jalan alternatif lain yang bisa ditempuh, jika alasannya untuk menunjang pariwisata atau dengan alasan ingin meningkatkan kualitas SDM pegiat film lokal.

Adapun jelas Munir untuk kru lokal yang terlibat dalam produksi film tersebut , tidak sebagai komunitas atau perkumpulan apapun.

“Semua murni dipanggil atas nama individu profesional,” imbuhnya.

Terpisah, produser film dari Radepa Studio, Aris Muda, yang merupakan pelaksana pekerjaan kreatif produksi film Jendela Seribu Sungai, menyampaikan ,pihaknya bekerja berdasarkan ketentuan serta lazimnya sebuah produksi film. 

Baca juga: Aksinya Angkut Limosin Tepergok Warga, Dua Pencuri Sapi Bermobil Pikap di Banjar Diringkus Polisi

Baca juga: Pengunjung Pantai Batakan Tala Kembali Diresahkan Aksi Pemalakan, Pelaku Telah Dijebloskan ke Sel

“Proses pembahasan produksi hingga pelaksanaan produksi juga tertuang semua dalam kontrak pekerjaan, hingga pertanggungjawabannya. Bahwa dalam sebuah produksi film itu ada anggaran, ya memang harus ada. Begitu juga besaran produksi yang disepakati,” kata Aris saat dimintai komentar.

Mengenai masalah anggaran tersebut, lanjut Aris, menurutnya itu bukan wilayahnya untuk menjawab. 

“Tetapi kalau menyangkut akuntabilitas penggunaan anggaran produksi film, ya itu sudah terjelaskan dalam kesepakatan kerja dengan Pemko Banjarmasin,” jelas produser yang pernah menggarap film dengan tajuk Sepeda Presiden itu. 

(Banjarmasinpost.co.id/Rifki Soelaiman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved