Berita Banjarbaru

Belum Terima Komplain Pelanggaran Kode Etik, PWI Kalsel Sebut Bukan Berarti Tidak Ada Masalah

Pengurus PWI Kalsel menyelenggarakan kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Kota Banjarbaru untuk meminimalisasi pelanggaran kode etik.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
Pelatihan peningkatan kompetensi wartawan di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (17/11/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Selatan ( PWI Kalsel) belum menerima laporan berkaitan pelanggaran kode etik, hingga pertengahan November 2022.

Hal itu disampaikan Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie, setelah memberikan materi kode etik jurnalistik pada pelatihan peningkatan kompetensi wartawan di Kota Banjarbaru.

Dijelaskannya, meski hingga saat ini belum ada komplain dari masyarakat bekaitan dengan produk maupun kerja junalis, bukan berarti bisa dikatakan baik-baik saja.

Sebab menurutnya, bisa jadi laporan enggan disampaikan oleh orang merasa dirugikan akibat pemberitan karena tidak ingin memperpanjang masalah.

Baca juga: Runtuh, Bagian Pasar Baimbai di Kelayan B Banjarmasin, Ibu dan Anak Selamat karena Berhasil Lari

Baca juga: Pemko Garap Film Senilai Rp 6,6 Miliar, Begini Respons Petiggi DPD PSI Banjarmasin

Baca juga: Tim Pencari Orang Tenggelam Susuri Sungai Martapura hingga 1 Kilometer di Teluk Tiram Banjarmasin

"Sehingga, hal ini tidak bisa disimpulkan baik-baik saja. Bahkan dengan tidak ada laporan, justru hal seperti ini merupakan suatu masalah menurut saya," katanya.

Untuk itu, lanjut dia, PWI Kalsel saat ini terus melakukan peningkatan kompetensi, kepada para wartawan.

Caranya, melakukan berbagai kegiatan berupa pelatihan materi tentang kode etik, pedoman penulisan ramah anak dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

"Dengan mengikuti UKW, paling tidak bisa meminimalisasi terjadinya sengketa pers," tekan dia.

Baca juga: Banjir Landa Kecamatan Haruai Tabalong, Ratusan Jiwa Terdampak, Akses Jalan Terganggu

Baca juga: Polisi Pajang Police Line di TKP, Mayat Dievakuasi ke RSHB Pelaihari

Baca juga: Potongan Tubuh Diduga Kru LCT Anugerah Indasah Ditemukan di Dek Kapal, Identifikasi DNA Dilakukan

Di sisi lain, Helmi juga mengatakan bahwa untuk menjadi seorang wartawan harus memiliki etika dan martabat.

Sebab, menurutnya, percuma seorang wartawan cerdas dalam berbicara maupun mengolah berita tetapi tidak memiliki etika.

"Wartawan harus beritika dan bermartabat. Buat apa cerdas kalau tidak beretika. Karena itu, pelatihan ini menciptakan sosok wartawan yang baik," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved