Berita Banjarbaru

Dideadline 14 Hari, Begini Respon Pengguna Bangunan Liar di Jalan Trikora Liang Anggang

SP2 yang diterima pengguna bangunan liar di Jalan Trikora, Lianganggang membuat mereka bingung mencari tempat pindah

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi
Giat Satpol PP Banjarbaru melayangkan SP 2 kepada penggunan bangunan liar di Jalan Trikora Liang Anggang, Kamis (17/11/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Bangunan liar yang ada di Jalan Trikora Liang Anggang Banjarbaru, sebagian besar sudah ada berdiri lebih dari lima tahun.

Bangunan-bangunan tersebut sebagian digunakan menjadi warung remang, yang dijaga oleh para perempuan dari sore hingga dini hari.

Warung tersebut seakan sudah menjadi mata pencarian utama, oleh para penghuni bangunan liar.

Mereka pun bingung mencari tempat untuk berpindah, apabila bangunan yang sudah lama mereka huni itu dalam waktu dekat akan dibongkar.

"Saya di sini dari 2017, enggak tahu ke mana harus tinggal kalau tempat ini dibongkar," kata Hajiah, satu di antara penghuni bagunan liar, Kamis (17/11/2022).

Baca juga: Pemko Banjarbaru Akan Tertibkan Bangunan Liar dan Warung Remang-remang di Liang Anggang

Baca juga: Pemko Layangkan SP2, Pemilik Warung Remang di Jalan Trikora Lianganggang Diberi Waktu 14 Hari

Baca juga: Tangkal Peredaran Narkoba, Wali Kota Banjarbaru Mantap Tertibkan Warung Remang di Trikora

Hal serupa juga diungkapkan oleh Sumardi pemilik kios di kawasan tersebut.

Mardi mengaku hingga mendapatkan SP 2, dirinya belum memiliki rencana tujuan untuk berpindah.

"Enggak tahu juga mau pindah ke mana. Memang tahun lalu pernah dapat peringatan agar membongkar sendiri bangunan ini, dan kemudian baru kali ini lagi dapat peringatan," terangnya.

Diberitakan sebelumnya sebanyak 75 bangunan yang ada di Jalan Trikora Liang Anggang, Kota Banjarbaru dianggap liar.

Hal tersebut lantaran semua bangunan itu dinilai tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang Bangunan Gedung No 6 Tahun 2022.

Bangunan itu dinilai telah digunakan atau ditempati tidak memenuhi ketentuan Persetujuan Bangunan Gedung (PGB), baik secara administratif maupun keandalan bangunan gedung.

Selain itu juga dianggap melanggar ketentuan Pasal 24 ayat 3 Perda Kota Banjarbaru No 6 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, karena setiap orang dilarang menyediakan bangunan atau rumah sebagai tempat berbuat asusila.

Untuk menertibkan bangunan tersebut maka Pemerintah Kota Banjarbaru melayangkan Surat Peringatan (SP) 2 kepada pengguna bangunan.

"Sekarang ini merupakan tindak lanjut dari giat pemberian SP 1, setelah 14 hari berlalu," kata Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kota Banjarbaru, Yanto Hidayat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved