Berita Tanahlaut

Lajang Obesitas Kurau Bakal Kembali Dievakuasi ke Pelaihari, Bukan Ke RS Tapi Dirawat di Tempat Ini

Wakil Bupati Tala saat mengunjungi Sifa, menginstruksikan agar kembali dievakuasi ke Pelaihari guna mendapatkan penanganan lebih intensif.

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Istri Wabup Tala Yati Oktaviana memeluk haru Samsiah (bunda Sifa) saat berkunjung dan memberi bantuan uang serta beras, Rabu (16_11) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Penyandang obesitas warga Desa Kurau Utara, Kecamatan Bumimakmur, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), Nur Sifa Sukma Wati (26), bakal kembali dievakuasi ke Kota Pelaihari (ibu kota Tala).

Tujuannya untuk kembali menjalani perawatan.

Namun bukan di RSUD Hadji Boejasin (RSHB) Pelaihari, tapi di tempat khusus yang nyaman sehingga lajang yang akrab disapa Sukma atau Sifa itu mendapatkan suasana layaknya di rumah sendiri.

Sekadar diketahui, sulung dari tiga bersaudara anak dari pasangan (alm) Abdul Gani-Samsiah (44) itu sempat sepekan menjalani perawatan di RSHB Pelaihari.

Baca juga: Sepekan Dirawat di RSHB Pelaihari, Gadis Penderita Obesitas Asal Tala Akhirnya Pulang ke Rumah

Baca juga: Penyandang Obesitas Tanahlaut Cukup Nyenyak Tidur, Begini Hasil Pemeriksaan Kesehatannya

Berdasar catatan banjarmasinpost.co.id, Kamis (17/11/2022), Sifa mulai dirawat sejak 5 November 2022, lalu pulang 12 November.

Namun tak ada perubahan signifikan, berat badannya tetap sekitar 190 kilogram dan belum bisa berdiri sendiri apalagi berjalan.

Karena itu Wakil Bupati Tala Abdi Rahman saat mengunjungi Sifa, Kamis kemarin, langsung menginstruksikan agar kembali dievakuasi ke Pelaihari guna mendapatkan penanganan lebih intensif.

Orang nomor dua di Bumi Tuntung Pandang ini memerintahkan jajarannya agar merawat Sifa di tempat khusus, bukan di rumah sakit.

"Apakah di rumah dinas yang kosong, asrama balai diklat, atau rumah singgah Dinsos supaya Sifa merasa nyaman seperti di rumah sendiri sehingga bisa tenang menjalani perawatan. Kalau di rumah sakit kan beda suasananya," ucap Abdi.

Gagasannya itu tercetus ketika mendengar laporan bahwa ketika sepekan lalu Sifa menjalani perawatan di RSHB, penyandang obesitas ini gelisah dan kerap berteriak-teriak.

Di tempat khusus tersebut, kata Abdi, petugas medis yang akan mendatangi secara rutin untuk mengontrol dan melakukan perawatan untuk menurunkan berat badan.

Termasuk penanganan secara psikis karena Sifa juga mengalami disabilitas mental.

Abdi meyakini di tempat khusus tersebut penanganan terhadap Sifa dapat lebih efektif karena suasana yang tenang layaknya berada di rumah.

"Bahkan ibunya Sifa juga bisa tinggal sementara mendampingi secara lebih nyaman karena suasananya seperti di rumah sendiri," tandasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved