Berita Banjarmasin

Ornamen Ketupat di Kampung Ketupat Banjarmasin Roboh, Ini Penjelasan PT Juru Selaku Pengelola

Ornamen ketupat yang sedang dalam proses pembangunan di kawasan Kampung Ketupat Banjarmasin roboh saat hujan deras dan angin kencang

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Rifki Soelaiman
Ornamen ketupat di kawasan Kampung Ketupat Banjarmasin roboh diterjang angin kencang, Kamis (17/11/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ornamen ketupat yang sedang dalam proses pembangunan di kawasan Kampung Ketupat Banjarmasin roboh, hari ini Kamis (17/11/2022) saat hujan disertai angin kencang.

Pembangunan ornamen ketupat ini sendiri merupakan bagian dari proyek revitalisasi Kampung Ketupat oleh investor yakni PT Juru Supervisi Indonesia sejak bulan Agustus 2022 dengan investasi sekitar Rp 6 Miliar.

Head of Business Development PT Juru Supervisi Indonesia, M Wahyu B Ramadhan menerangkan penyebab robohnya konstruksi ornamen ketupat tersebut di antaranya disebabkan faktor cuaca.

"Jadi tadi anginnya luar biasa kencang dan di luar kebiasaan. Kemudian kondisi konstruksinya sebenarnya masih belum selesai, dan masih ada satu proses penguatan yang belum selesai dan sedang dilakukan. Tetapi keburu ada kejadian tadi," katanya ketika dikonfirmasi.

Baca juga: Diterjang Angin Kencang, Menara Ketupat di Siring Kampung Ketupat Banjarmasin Roboh

Baca juga: Diterjang Angin Kencang, Atap Ruko di Kawasan Bandarmasih Tempo Doeloe Berterbangan

Dibeberkan oleh Wahyu bahwa pembangunan ornamen ketupat ini sendiri sudah hampir selesai, bahkan ditargetkan bulan ini sudah selesai 

"Sudah 70 persen sebenarnya, dan November ini seharusnya targetnya selesai dikerjakan. Tapi dengan adanya kejadian ini, sepertinya harus mengulang lagi dari awal," jelasnya.

Meskipun demikian, Wahyu juga menerangkan bahwa secara umum proyek revitalisasi kawasan Kampung Ketupat ini ditargetkan selesai pada Desember 2022.

"Secara overall minggu ketiga di Desember 2022 selesai. Jadi kami optimistis masih bisa terkejar," katanya.

Wahyu juga membeberkan bahwa pembangunan ornamen ketupat sendiri ditaksir menelan biaya sekitar Rp 500 juta.

Baca juga: Diterjang Angin Kencang, Atap Warung dan Bengkel di Martapura Lama Terbang Tutupi Jalan

Meski demikian, Wahyu menerangkan bahwa proyek pengerjaan masih menjadi tanggungjawab pihak penyedia jasa atau kontraktor.

"Jadi memang ini belum diserahterimakan kepada kami selaku pengelola. Jadi masih ada garansi lah," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved