Religi

Syarat Perempuan Itikaf di Masjid, Ustadz Adi Hidayat Sebut Harus Ada Mahram

Pendakwah Ustadz Adi Hidayat menguraikan syarat perempuan boleh itikaf di masjid. Ibadah itikaf bisa dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
net
itikaf di masjid. Ustadz Adi Hidayat beberkan hukum perempuan itikaf di masjid. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pendakwah Ustadz Adi Hidayat menguraikan syarat perempuan boleh i'tikaf di mesjid.

Dijelaskan Ustadz Adi Hidayat, ibadah i'tikaf bisa dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan.

Bagi kaum hawa, Ustadz Adi Hidayat menjabarkan ada ketentuan atau syarat tertentu yang berbeda dengan laki-laki, salah satunya harus ada mahram yang mendampingi.

Sebagaimana diketahui, i'tikaf adalah kegiatan amalan berdiam atau bermuhasabah diri di mesjid, melakukan kegiatan amalan lainnya di dalam mesjid.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan satu amal ibadah yakni i'tikaf di mesjid hukumnya adalah sunnah muakkad.

Baca juga: Cara Khusyuk dalam Shalat, Buya Yahya Imbau Pahami Bacaan Shalat

Baca juga: Kekeliruan Wanita Muslim Dijabarkan Ustadz Khalid Basalamah, Campur Baur dalam Lingkungan Belajar

"Hukum i'tikaf berlaku bagi setiap muslim dan muslimah yang memiliki keluangan dalam menunaikannya sesuai dengan ketentuan syaratnya. Bagi laki-laki tidak ada persoalan," jelas Ustadz Adi Hidayat dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Info Singkat.

Sedangkan bagi kaum hawa setidaknya ada tiga syarat yang melekat atau yang harus dipenuhi, yang pertama adalah terbebas dari fitnah.

Yang kedua, sebaiknya jika suami di rumah, istri tak beri'tikaf di mesjid, itu hal yang tidak boleh, harus ada mahram atau teman-teman yang memberikan rasa aman.

Selanjutnya yang ketiga, dari segi pakaian adalah pakaian yang tidak menampilkan aurat atau tidak pantas dilihat.

"Kemudian aman dari segi tempat, tidak boleh bercampur antara laki-laki dan perempuan. Harus ada sekat khusus tertentu yang tidak nampak," imbuhnya.

Selanjutnya tidak adanya kewajiban di rumah yang berlaku khusus bagi perempuan, misalnya ada anak yang disusui, atau harus dirawat, sebaiknya tidak i'tikaf di mesjid.

Umumnya pengerjaan i'tikaf dilakukan atau disunnahkan di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Namun di luar bulan suci, umat muslim juga boleh melakukan i'tikaf di mesjid.

Baca juga: Doa Khusus untuk Orang Sakit Keras, Berikut Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

Sebelum beri'tikaf di mesjid, ada adab atau aturan yang harus dilakukan, yakni masuk dengan mendahulukan kaki kanan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved