Berita Kotabaru

Dongkrak Peningkatan Kunjungan Wisata, Pemkab Kotabaru Kembangkan Wisata Religi

Tak hanya wisata alam, Pemkab Kotabaru Kembangkan Wisata Religi untuk meningkatkan kunjungan wisata dalam rangka mendongkrak PAD

Penulis: Herliansyah | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah
Bupati Kotabaru H Sayed Jafar Alaydrus, SH (kiri) saat berbincang soal pengembangan pariwisata di Kotabaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Pemerintah Daerah, Kabupaten Kotabaru terus berkomitmen mengembangkan sektor pariwisata untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Selain dari penerimaan pajak, retribusi pakir hingga pendapatan daerah di sektor lainnya terus dieksplorasi.

Bukti keseriusan Pemerintah Daerah meningkatkan PAD, diukur dari naiiknya Anggaran Pendapatan Belaja Daerah (APBD) yang sekarang sudah mencapai Rp 2,3 triliun. Bahkan diasumsikan pada 2023 mendatang keuangan daerah (APBD) bisa mencapai Rp 2,5 triliun,

Bupati Kotabaru H Sayed Jafar Alaydrus, SH mengatakan, selain sektor pariwisata juga pajak pengelolaan sarang burung, retribusi parkir, PBB (Pajak Bumi Bangunan) dan lain-lainnya menjadi penyumbang devisa daerah.

Khususnya di sektor pariwisata, tidak hanya wisata-wisata panorama terus dikembangkan. Tapi juga wisata-wisata religi salah satu pendongkrak naiknya PAD, akan menjadi perhatian daerah ke depan.

Baca juga: Bupati Target Oktober 2023 Pindah ke Kantor Baru, Investor Perhotelan Lirik Kantor Pemkab Kotabaru

Baca juga: Wisata Kalsel - Tingkat Kunjungan Pelancong ke Bukit Papake Kabupaten Kotabaru Terus Meningkat

Wisata religi menjadi target pengembangan ke depan, di antaranya makam Raja Sigam, wisata religi di wilayah Cantung, juga beberala wisata religi yang ada di wilayah Sarangtiung.

"Kedepan akan diperbaiki, dikembangkan supaya ada tempat yang lebih bagus," kata Sayed Jafar.

Ketika ada kunjungan religi yang berkunjung ke beberapa lokasi tersebut, saat melakukan ziarah pengunjung merasa lebih nyaman dan khusuk.

"Jadi semuanya (lokasi) wisata regili akan dipikirkan. Bukan hanya wisata panorama, tapi juga yang lain-lainnya. Kotabaru ini banyak sekali akan dikembangkan terutama pendukung-pendukung pariwisata," ujarnya.

Namun sulit dikembangkan secara sekaligus, tapi dilakukan secara estafet. "Selesai ini baru dikerjakan ini. Selesai ini baru dikerjakan lagi yang lain. Melihat dari skala prioritas," terang Bupati.

Disinggung soal akses jalan sebagai infrastruktur penunjang menaikan tingkat kunjungan wisatawan ke Kotabaru. Sayed mengakui, pihaknya tidak hanya pernah merencanakannya.

Namun pelebaran jalan sudah mulai berjalan dan dikerjakan di beberapa tempat. Untuk itu diharapkan ada dukungan masyarakat agar pekerjaan dengan cepat terealisasi.

Baca juga: MTQ Nasional ke-52 Tingkat Kabupaten Kotabaru, Ketua DPRD Serukan Pembenahan Wisata Religi

"Sekarang sedang dalam penyelesaian misal ada tanah-tanah orang. Cuman tidak ada bahasa pengganti, misal ada yang teras rumahnya n terkena. Hanya yang diganti perbaikannya. Misal yang kena teras kita bangunkan kembali," imbuhnya.

Beda dengan ada aktivitas atau bangunan di atas trotoar misalnya. "Kalau ada di atas trotoar harus mundur. Sebab trotoar bukan tempat berjualan tapi khusus untuk pejalan kaki," tandasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved