UMP 2023

Kabar Gembira Bagi Pekerja di Jawa Barat, Kang Emil  Sebut Akan Ada Kenaikan UMP 2023

Gubernur Jawa Barat mengatakan akan ada kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Barat 2023 nantinya, otomatis haji pekerja di Jabar akan naik

Editor: Irfani Rahman
KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANI
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Ridwan Kamil sebut UMP 2023 Jawa Barat akan naik,tentunya ini angin segar bagi para pekerja 

BANJARMASINPOST.CO.ID -Para pekerja di Provinsi Jawa Barat mendapatkan angin segar. Gaji mereka dipastikan akan naik pada 2023 nanti. Hal ini dikatakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Senin (21/11/2022).

Menurut Kang Emil sapaannya, Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Barat tahun 2023 akan naik.

Otomatis dengan naiknya UMP 2023ini gaji yang diterima pekerja akan naik dari sebelumnya.

Untuk besaran kenaikannya sendiri Ridwan Kamil mengatakan masih dalam pembahasan pihak terkait.

Ditambahkannya formula kenaikan UMP juga seiring dengan instruksi Kementrian Tenaga Kerja (Kemenaker).

"Sedang dibahas, kan dari pusat baru turun kenaikannya juga. Nanti kita putuskan secepatnya. Intinya ada kenaikan signifikan dibanding tahun lalu dan mudah-mudahan ini bawa semangat pada buruh dan ekonomi kita terjaga," ujar Emil di Jalan Braga, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (21/11/2022).

Baca juga: Daftar Provinsi Sudah Tetapkan UMP 2023, Menaker Ida Fauziah Pastikan Terjadi Kenaikan

Baca juga: Harga Minyak Goreng Senin 21 November 2022 di Alfamart dan Indomaret, Tinggal Pilih Mau Merek Apa

Emil mengaku tengah menyiapkan mitigasi untuk menyikapi potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.

Salah satunya dengan menyiapkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada pekerja terdampak.

"Walapun ada berita PHK itu tetap kita waspadai pada yang terdampak kita ada perlindungan sosial dan pada yang tidak terdampak tolong perkuat ekonomi dengan belanja produk lokal agar terus bergerak," beber dia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar Rachmat Taufik Garsadi mengatakan, ada perbedaan penetapan UMP dan UMK dibanding sebelumnya.

Kenaikan UMP dan UMK tahun ini menggunakan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 18 Tahun 2022.

Dalam aturan itu mengharuskan penambahan inflasi dan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), serta ada koleksi batas atas dan batas bawah. Sedangkan sebelumnya, menggunakan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

"Kalau dengan PP Nomor 36 untuk Jawa Barat akan ada empat kabupaten yang tidak naik, yaitu Kabupaten Bekasi, Purwakarta, Bogor, dan Karawang. Namun, sekarang dengan formulasi yang baru dipastikan upah akan naik," kata Rachmat.

Baca juga: Sempat Dilarikan ke Klinik, Santri Ponpes di Kuningan Meninggal, Gegara Dibogem Kakak Kelas ?

Baca juga: Siap-siap Pendaftaran CPNS 2023 Akan Dibuka, Ini Kata Kementerian PAN-RB

Jika merujuk dalam aturan baru, kenaikan yang terjadi mencapai 7-8 persen dari upah yang sekarang. Meski begitu hal ini masih belum ditetapkan secara pasti dan akan dibahas dalam beberapa pertemuan ke depan. Adapun hasilnya akan diumumkan 28 November 2022.

"Itu juga hasil kompromi, karena buruh menginginkannya 13 persen (kenaikannya), sementara kondisi sekarang juga tidak terlalu baik, khususnya untuk padat karya," jelasnya.

Sumber : Kompas.com

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved