Kriminalitas Kalsel

Kasus Selebgram di Banjarmasin Jual Kosmetik Ilegal, Penyidik Sebut Belum Ada Pihak Lain Terlibat

Penyidik Polda Kalsel mamstikan belum ada tersangka lain Kasus penjualan kosmetik tanpa izin edar yang melibatkan selebgram di Banjarmasin, MF

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
Subdit 1 Indagsi Dit Reskrimsus Polda Kalsel
Selebgram di Banjarmasin berinisial MF diamankan Subdit 1 Indagsi Dit Reskrimsus Polda Kalsel karena diduga produksi dan pasarkan kosmetik tanpa izin edar, Kamis (17/11/2022). Penyidik menyebut belum ada tersangka lain dalam kasus ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pendalaman kasus pembuatan dan penjualan kosmetik sediaan krim tanpa izin edar dengan tersangka berinisial MF terus dilakukan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Kalsel, Selasa (22/11/2022).

Proses hukum terhadap Selebgram di Banjarmasin ini kini memasuki tahap I, artinya penyidikan oleh Polisi turut dikawal oleh Jaksa yang melakukan penelitian. 

Tujuannya untuk memastikan unsur-unsur diperlukan menuju tahap pra penuntutan dilengkapi penyidik. 

Kasubdit 1 Indagsi Dit Reskrimsus Polda Kalsel, AKBP Leo Martin Pasaribu mengatakan, MF masih merupakan tersangka tunggal dalam kasus tersebut. 

"Sudah Tahap 1. Belum ada indikasi keterlibatan pihak lain," terang AKBP Leo. 

Baca juga: Pelaku Investasi Kosmetik di Karang Intan Kabupaten Banjar Diamankan Polisi

Baca juga: Gelar Razia di Tabalong, Petugas Loka POM HSU Temukan Ratusan Kosmetik Tanpa Izin Edar

Baca juga: Pasarkan Produk Kecantikan Tanpa Izin Edar, Selebgram di Banjarmasin Diciduk Polisi 

Sebelumnya, tersangka MF diamankan Polisi di rumahnya pada Rabu (16/11/2022).

Ia diamankan bersama sejumlah barang bukti berupa krim badan dan wajah yang dikemas dalam botol-botol plastik dilabeli Fazarbungaz. 

Pada label sejumlah produk yang disita itu, MF mengklaim ada kandungan niacinamide, alpha arbutin, collagen dan lainnya. 

Namun itu hanya sebatas klaim karena produk-produk yang dipasarkannya secara daring via media sosial dan aplikasi toko digital itu kata penyidik tak mengantongi izin edar dari BPOM. 

Terpantau dari tautan yang ada di akun media sosial milik MF dengan pengikut lebih dari seratus sebelas ribu orang, sejumlah produk itu dijual dengan harga beragam. 

Salah satunya contohnya krim pemutih seharga Rp 200 ribu. 

Diberitakan sebelumnya, penyidik mendapati produk yang dipasarkan MF tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa atau jangka waktu penggunaan pada labelnya. 

Baca juga: Badan POM Tertibkan Pasar, Temukan 595 Kosmetik Ilegal dan Mengandung Bahan Berbahaya

Padahal, hal ini menjadi ketentuan BPOM bagi setiap produk yang dipasarkan kepada masyarakat. 

Karenanya, MF disangkakan dengan Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Sebagaimana Telah di Rubah Dalam Paragraf 11 Pasal 60 Angka 10 UU RI No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja. 

Selain itu juga Pasal 62 Ayat (1) Jo Pasal 8 Ayat (1) Huruf (G) UU RI No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved