Religi

Tak Khusyuk Shalat Sebab Pikirkan Masalah, Buya Yahya Ingatkan Bahaya Was-was Setan

Pendakwah Buya Yahya menjelaskan upaya agar dapat khusyuk dalam mengerjakan shalat. Waspada was-was godaan setan.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
kanal youtube Buya Yahya
Buya Yahya terangkan mengenai khusyuk dalam ibadah shalat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pendakwah Buya Yahya menjelaskan upaya agar dapat khusyuk dalam mengerjakan shalat.

Setiap muslim yang melaksanakan shalat, dituturkan Buya Yahya hendaknya tidak memikirkan hal apapun meski masalah tengah melanda.

Masalah hidup yang dialami, Buya Yahya mengatakan bisa jadi bahan bisikan atau was-was setan kepada kaum muslimin ketika shalat.

Umat Islam diperintahkan untuk menjalankan shalat fardhu lima waktu dalam sehari dan dihukumi wajib.

Namun pada saat shalat, tak semua umat Islam mampu melaksanakannya secara khusyuk, adakalanya fokus terganggu disebabkan hal-hal duniawi.

Baca juga: Hukum Memajang Foto di Ruangan Rumah, Ustadz Abdul Somad Beberkan Syarat Diperbolehkan

Baca juga: Jenis-jenis Tingkatan Waktu Shalat, Buya Yahya Ingatkan Tak Menunda-nunda Ibadah

Buya Yahya menjelaskan khusyuk dalam shalat tidak bisa dibuat-buat, tugas umat muslim yakni berusaha untuk khusyuk.

"Ada orang yang terlihat khusyuk untuk gaya-gayaan, cara agar bisa khusyuk adalah pahami bacaan yang Anda baca ketika shalat," terang Buya Yahya dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Bukan memikirkan hal-hal lain dalam shalat, Buya Yahya menyebut khusyuk secara dzhohir bisa dibuat-buat.

Namun khusyuk bathin adalah setiap kata dalam bacaan ada dalam pikiran kita, walaupun tidak atau belum mengetahui maknanya setidaknya mengikuti bacaan agar pikiran tidak kemana-mana memikirkan hal lain.

Lalu Allah akan memberikan kita kekhusyukan buah dari usaha dan upaya kita khusyuk dalam shalat.

Pengalaman Buya Yahya, diakuinya dirinya juga pernah dalam kondisi tidak khusyuk dalam shalat akibat terpikirkan masalah tertentu.

"Was-was setan selalu ada dan tak pandang orang, misalnya pendakwah, maka setan itu membisikkan hal-hal ceramah kepada penceramah," papar Buya Yahya.

Bisa jadi saat pujangga shalat, maka setan mengajarkan puisi saat shalat. Ini sebab setan pintar menggoda dan membisikkan was-was kepada manusia.

Karena itu khusyuk adalah buah dari pemberian Allah dan umat muslim hanya bisa mengusahakannya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved