Beras Raib di Gudang Bulog

500 Ton Beras Rain di Gudang Bulog, Budi Waseso Tempuh Jalur Hukum

Tak kurang 500 ton beras raib di gudang bulog di Pinrang, Sulawesi Selatan.

Editor: M.Risman Noor
kompas.com
Direktur Utama Perum Bulog Komjen (Purn) Budi Waseso menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Kompas.com di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Kamis (31/5/2018). Budi Waseso akan menempuh jalur hukum atas kasus raibnya 500 ton beras di gudang bulog Pinrang, Sulawesi Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tak kurang 500 ton beras raib di gudang bulog di Pinrang, Sulawesi Selatan.

Kasus ini menjadi perhatian Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso.

Mantan kabareskrim mabes Polri ini berjanji akan mengusut tuntas kasus raibnya 500 ton dari gudang bulog.

Menempuh jalur hukum bakal dilakukan Budi Waseso terkait raibnya 500 ton beras dari gudang bulog di Pinrang.

Baca juga: Eks TPS Kuripan Kota Banjarmasin Terpasang 3 CCTV, Pembuang Sampah Akan Ditindak

Baca juga: Puncak HUT ke-72 HSS, Pemkab Gelar Hulu Sungai Selatan Bersholawat, Hadirkan Habib Syech

Kabar hilangnya 500 ton beras di gudang Bulog Pinrang ini pun langsung diinvestigasi oleh pihak internal dari Bulog Sulselbar.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Bulog Sulselbar menemukan jika hilangnya 500 ton b eras di gudang Bulog Pinrang ini karena beras tersebut dipinjamkan ke salah satu mitra dari Bulog, yakni CV SMP.

Selain itu, Bulog juga telah mencopot dua orang yang dianggap bertanggung jawab atas raibnya 500 ton beras tersebut. Dua orang tersebut juga menyampaikan bahwa mitra Bulog itu telah mengembalikan beras yang dipinjam dengan cara mencicil sedikit-sedikit.

Dikutip dari Kompas.com, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pihaknya akan mengambil jalur hukum terkait hilangnya 500 ton beras di Gudang Bulog Bittoeng, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Buwas mengatakan, hilangnya beras tersebut lantaran dipinjamkan oleh kepala Bulog di daerah itu kepada mitra swasta.

"Jadi yang 500 itu, ini kan baru kita penjajakan. Diambil, keterangan dari internal kita katanya ini dipinjamkan. Apapun namanya, itu akan dipertanggungjawabkan secara hukum," ujarnya saat ditemui usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI bersama Kementan, Bapanas, dan ID Food, Rabu (23/11/2022).

Lalu, bagaimana kronologi kejadian hilangnya beras sebanyak 500 ton dari gudang Bulog ini?

Baca juga: Blangko Sempat Kosong, Pelajar di Kota Martapura Ini Akhirnya Miliki KTP Elektronik

Kronologi hilangnya beras 500 ton

Dilansir dari Kompas.id, Rabu (23/11/2022), hilangnya beras dari dari gudang Bulog bermula saat pihak Bulog mengecek gudang.

Saat itu ditemukan ada perbedaan antara data dan jumlah stok beras di gudang secara fisik. Dikutip dari Antara, Selasa (22/11/2022), jumlah stok yang tersimpan dalam gudang setelah didata hanya tersisa sebanyak 1.656.850 ton di dua gudang penyimpanan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved