Berita Banjarmasin

Buruh Legowo UMP Kalsel 2023 Naik 8,38 Persen, Asal Bahan Pokok Tak Melonjak

UMP Kalsel 2023 disepakati naik sebesar 8,38 persen. FSPMI Kalsel bisa menerima asalkan bahan pokok tak melonjak usai UMP Kalsel diumumkan

Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki
Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kalsel, Yoeyoen Indharto. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Selatan tahun 2023 disepakati naik sebesar 8,38 persen.

Kesepakatan tersebut merupakan hasil rapat Dewan Pengupahan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel, dan perwakilan pengusaha, Kamis (24/11/2022).

Pemprov melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalsel baru akan mengumumkan secara resmi pada Senin (28/11/2022) mendatang.

Sebab, besaran kenaikan UMP sebesar 8,38 persen tersebut masih harus menunggu persetujuan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Baca juga: Kadisnakertrans Akui Kebenaran Bocoran  di Medsos, Kenaikan UMP Kalsel 2023 Sekitar Rp 200 Ribuan

Baca juga: UMP Kalsel 2023 Naik 8,83 Persen Beredar di Medsos, Begini Respon Apindo

Baca juga: UMP 2023 Diumumkan Pemerintah 28 November 2022, Apindo Kalsel Akui Kondisi Belum Stabil

Sementara itu, kenaikan sekitar Rp 200 ribu tersebut diakui menjadi angin segar bagi kaum buruh di Kalsel.

Meski sejatinya, Aliansi Pekerja Buruh Banua mendesak kenaikan UMP 2023 sebesar 13 persen.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kalsel, Yoeyoen Indharto mengaku terpaksa menerima penetapan kenaikan di bawah angka 13 persen.

Sebab, angka 8,38 menurutnya lebih mending ketimbang penetapan Dewan Pengupahan Kalsel pada 15 November lalu, yakni 3,47 persen.

"Memang bukan kabar yang menggembirakan. Tapi mau tidak mau, suka tidak suka, ini harus kita terima usai perdebatan alot," ucapnya.

Jika mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 18 Tahun 2022, besaran kenaikan upah minimum bisa saja sampai 10 persen.

Tetapi, kata Yoeyoen, kaum buruh harus menerima keputusan bersama tersebut dengan berbagai catatan.

Baca juga: Bocoran Kenaikan UMP Kalsel 2023 Hanya 3,47 Persen, Buruh Meradang

Di antaranya, pemerintah harus menjamin agak harga bahan pokok tidak melonjak usai pengumuman kenaikan UMP.

Pasalnya, jika harga bahan pokok langsung melonjak, menurutnya kenaikan sebesar 8,38 persen sama saja tak ada artinya.

"Daya beli buruh saja sudah menurun sampai 30 persen, tambah buruk lagi kalau harga bahan pokok melonjak," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved