Kematian Satu Keluarga

Fakta Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Polda Metro Jaya Ungkap Barang-barang Rumah Sempat Dijual

Banyak fakta terungkap dari kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Penjualan barang-barang di rumah sempat dilakukan.

Editor: M.Risman Noor
tribunjakarta.com
Anggota Polsek Kalideres memasang garis polisi rumah tempat hunian korban meninggal satu keluarga. Polisi mengungkap kalau barang-barang di rumah korban bukan hilang tapi sempat dijual. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Banyak fakta terungkap dari kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Penjualan barang-barang di rumah sempat dilakukan.

Polda Metro Jaya terus melakukan penyelidikan terhadap kasus satu keluarga yang tewas di Kalideres, Jakarta Barat.

Pelacakan beberapa nomor dari handphone korban dilakukan dan terungkap kalau ada transaksi jual beli arang-barang berharga yang ada di rumah.

Sebelumnya, barang-barang milik satu keluarga ini ditemukan polisi menghilang.

Setelah diusut, ternyata anggota keluarga menjual barang-barang tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi menyebut korban sempat menghubungi sebuah nomor untuk menjual barang-barang yang ada di rumah.

"Ternyata yang bersangkutan pernah menghubungi salah satu nomor ini terkait pen jualan barang-barang yang ada di rumah, apakah itu mobil kendaraan, kemudian pen jualan AC, kulkas, blender, TV," kata Hengki di Polda Metro Jaya, Senin (21/11/2022).

Baca juga: Bantu Korban Gempa Cianjur, Relawan Emergency Respon Banjar Turun ke Jalan Galang Dana

Baca juga: VIDEO Heboh Banget Festival Balon Udara di Tempat Wisata Kemuning Karanganyar

Transaksi barang-barang pun dilakukan dengan seorang pembeli.

Namun dalam transaksi jual-beli tersebut, sang pembeli tidak diperkenankan masuk ke dalam rumah.

Sebab barang-barang yang hendak di jual sudah disiapkan di depan rumah.

"Ternyata barangnya sudah disiapkan di luar, tinggal ngambil," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi saat ditemui pada Kamis (24/11/2022).

Fakta demikian ditemukan tim forensik digital dari pelacakan dua ponsel milik satu keluarga tersebut.

Dari pelacakan nomor-nomor yang pernah dihubungi, tim juga menemukan adanya komunikasi pihak keluarga dengan pihak koperasi simpan pinjam terkait penggadaian sertifikat rumah.

"Bahkan koperasi simpan pinjam itu begitu kita temui bisa langsung menebak 'oh kasus Kalideres ya, tidak seperti itu ceritanya'," kata Hengki

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved