Berita Banjar

Melihat Produksi Cocolan Jengkol di Desa Pingaran Ilir Kabupaten Banjar

Bustan menggeluti olahan saus jengkol atau cocolan jengkol sejak 2006 hingga sekarang.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Menikmati jengkol rebus atau jaring tidak lengkap tanpa saus atau cocolan penyedap rasa.

Sentra produksi santan kental atau saus jengkol berada di Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Salahsatunya adalah produksi Bustan, warga Desa Pingaran Ilir.

Bustan menggeluti olahan saus jengkol atau cocolan jengkol sejak 2006 hingga sekarang.

Baca juga: Tak Pulang Setelah Pergi ke Sungai, Warga Lawiran Simpang Empat Kabupaten Banjar Diduga Tenggelam

Baca juga: Horor Galian Tambang di Perkampungan Biih Kabupaten Banjar

Pengetahuan itu diperolehnya secara turun temurun dari orangtuanya yang juga perajin jengkol.

Bustan mengaku sehari menghabiskan 120 biji kelapa tua.

Melihat Produksi Santan Kental atau Saus Jengkol atau Cocolan di rumah Bustan, Sabtu (26/11/2022).

Untuk membuat cocolan jengkol, Bustan memerlukan kelapa tua.

Kelapa tua itu didatangkan dari Kotabaru Kalimantan Selatan dan Sampit Kalimantan Tengah.

Pengupas kelapa tua, dibantu keponakannya bernama Mahli.

"Kalau bulan Ramadan, bisa sampai 500 biji dikupasnya," ujar Bustan melihat kemampuan keponakannya.

Batok kelapa itu dipisahkan dari tempurung dan sabut kelapa oleh Mahli.

Setelah dipisah, isi kelapa itu dicucinya di anak sungai Martapura.

Hasil cucian itu yang diparut dengan mesin khusus parutan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved