Wisata Kalsel

Pohon Langka Ditanam di 12 Titik Ekowisata Hutan Meranti Kabupaten Kotabaru

Wisata Kalsel. Jajaran PWI Kotabaru bersama LKP MIP, Dispora, TNI, Polri, mahasiswa, perusahaan, tanam pohon di 12 titik Ekowisata Hutan Meranti

Penulis: Herliansyah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/HELRIANSYAH
Kegiatan tanam bibit pohon ulin di Ekowisata Hutan Meranti, Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (26/11/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Tidak kurang 120 bibit ulin ditanam di area Ekowisata Hutan Meranti, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Penanaman bibit salah satu upaya pelestarian alam digagas Lembaga Kursus Pelatihan Mitra Insan Prima (LKP MIP) dengan  menggandeng PWI dan Disparpora Kotabaru, Sabtu (26/11/2022).

Kolaborasi kegiatan penghijauan juga melibatkan TNI-Polri, perusahaan dan mahasiswa dari universitas di Kabupaten Kotabaru dan pihak terkait lainnya.

Penanaman bibit dilakukan di 12 titik di area Ekowisata Hutan Merantim wilayah Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru, Kalsel.

Baca juga: Lantainya Patah dan Lepas, Jembatan Ulin Antardesa Kelampayan Kabupaten Banjar Memprihatinkan

Baca juga: Seorang Istri di Tapin Syok Temukan Suaminya Tewas dengan Cara Tragis Ini Setelah Pulang dari Pasar

Ketua pelaksana sekaligus donatur kegiatan, Noripansyah, mengatakan, penanaman bibit ulin sudah lama direncanakan. hingga ditentukan lokasi penanaman di Ekowisata Hutan Meranti.

Ekowisata Hutan Meranti menjadi titik lokasi penanaman, bersamaan adanya kegiatan digelar Dispapora Kotabaru.

'"Berhubungan ada kegiatan di Ekowisata Hutan Meranti, sekaligus saja kami kolaborasikan," kata Noripansyah.

Menurut dia, 120 bibit ulin semua sudah tertanam. Ditegaskannya, dengan jumlah 120 bibit ulin, bukanlah kurang. Namun bibitnya yang langka dan cukup sulit didapatkan.

Baca juga: Polres Tabalong Tangani Kecelakaan Sepeda Motor Tabrak Truk Fuso Parkir Sebabkan 1 Korban Tewas

Baca juga: Kebakaran di Desa Pemurus Tabunganen Batola, Ada Dugaan Kesengajaan

"Jadi, sampai mendekati hari H cuma dapat 120 bibit. Bibit didapatkan dari warga yang menanamnya mulai dari biji," jelas Noripansyah.

Memilih bibit ulin, karena pohon ulin merupakan spesies tanaman khas atau maskot di Pulaulaut, Kalsel, dan kalimantan khususnya.

"Malah sangat ironis, di Pulaulaut, pohon ulin tidak ditemukan. Memang masih ada yang besar, tapi masih di hutan sekali. Dari 120 bibit ulin, 50 persennya bisa tumbuh, merupakan upaya  yang berhasil," sambungnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kotabaru Ahmad Nurahsih Q, mengatakan, penanaman bibit ulin diagendakan setiap tahun oleh LPK MIP.

Baca juga: Gasak Laptop dan Hp Dokter, Seorang Pria Dibekuk Buser Polsek Banjarmasin Utara

Baca juga: Sidak Ruko di Panglima Batur, Wali Kota Banjarbaru Aditya Sita 434 Botol Miras

"Bibit ulin, bibit yang langka. Kalau kita tidak taman bersama-sama, siapa lagi yang peduli terhadap pohon ulin yang ada di Kabupaten Kotabaru," ucap Nurahsin.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparpora Kotabaru, Risa Ahyani, mengungkapkan, penanaman bibit ulin ini merupakan kegiatan yang diinisiasi LKP MIP, TNI-Polri, PWI, instansi dan semua yang peduli terhadap lingkungan.

"Di sini juga sudah ada pohon jati. Alhamdulillah, menghijaukan lagi tempat ini, selain menambah variasi tumbuh-tumbuhan," kata Risa.

(Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved