Heboh Banget

VIDEO Heboh Banget Rumah Sakit Tolak Tangani Bocah Korban Gempa Cianjur karena Gunakan BPJS

Bocah Ibriz korban bencana Cianjur terluka parah di kepala, namun ditolak rumah sakit swasta untuk perawatan lanjutan karena menggunakan BPJS.

BANJARMASINPOST.CO.ID, CIANJUR - Sudah jatuh tertimpa tangga. Korban gempa di Kabupaten Ciganjur dengan luka cukup parah, ternyata tak diterima untuk mendapat perawatan lanjutan di rumah sakit swasta karena gunakan BPJS.

Itulah yang dialami seorang anak bernama Ibriz yang kepalanya luka parah. Hal ini disampaikan ibundanya, Rufaidah.

Saat gempa terjadi, Rufaidah memang sedang tidak bersama sang anak. Mengetahui Ibriz menjadi korban, Rufaidah langsung ke tempat sang anak dirawat.  Saat itu, kepala Ibriz telah dijahit oleh tim RSUD Sayang Cianjur.

"Anak saya sudah ditangani, sudah dijahit dan diperban RSUD Sayang Cianjur," ujarnya.

Namun Rufaidah menginginkan anaknya mendapat perawatan yang lebih memadai. Dirinya menginginkan ada tindakan lanjut, misalkan rontgen dan CT scan. Lalu, sang anak dipindahkan ke rumah sakit yang ada di Citereup.

Dokter yang menangani Ibriz pun menyampaikan pasien dalam keadaan yang baik untuk menuju ke Citereup dengan menempuh perjalanan 4 jam.

"Saat di sana, saya tanya anak saya sudah ditangani kepalanya, apakah aman 3-4 jam perjalanan menuju Citereup. Kata dokter RSUD, aman," kata Rufaidah.

Sebelum ke rumah sakit yang memadai, Rufaidah pergi ke klinik di Citeurep untuk meminta surat rujukan. Hal ini berdasarkan alur yang telah ditetapkan saat pasien menggunakan BPJS.

"Yang saya pikirkan, saya minta rujukan ke faskes 1. Walau pertolongan pertama sudah dilakukan, hanya saja kami ingin adanya tindakan lanjutan, semisal rontgen dan CT scan. Karena ini kepala dan ini anak kecil," imbuhnya.

Namun di tengah perjalanan, jahitan kepala Ibriz yang belum kering, mendadak mengeluarkan darah. Melihat kondisi itu, pihak klinik merujuk Ibriz ke sebuah rumah sakit swasta yang lokasinya tidak jauh.

Tiba di rumah sakit swasta tersebut, luka yang ada di kepala Ibriz dibersihkan dan diperban kembali. Namun pihak rumah sakit itu menolak untuk melakukan perawatan lebih lanjut.

Alasan penolakan tersebut karena bencana alam tidak dapat dicover BPJS Kesehatan.

"Kami dilayani, ditangani, diperban ulang, dirapikan, dibersihkan. Namun untuk tindak lanjut keperawatan, kami ditolak dengan alasan korban bencana tidak dicover BPJS," ucap Rufaidah.

Mengetahui hal tersebut, Rufidah membawa Ibriz pulang. Keesokan harinya, barulah ibu tersebut kembali ke faskes 1 yakni Klinik Insani Citeurep. Dari klinik, Ibriz diberi rujukan ke RSUD Ciawi.

Berbeda dengan di rumah sakit swasta, di RSUD Ciawi, Ibriz dilayani dengan baik. Hingga kini, Ibriz pun masih menjalani perawatan di RSUD Ciawi lantaran kondisi yang belum stabil.

Pasalnya, Ibriz harus melalukan tranfusi darah karena kadar hemoglobin rendah.

Melalui peristiwa tersebut, Rufaidah berharap pemerintah dan rumah sakit dapat mengcover korban bencana alam dengan BPJS. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved