Berita Tanahlaut

Kadinkes Tanahlaut Ajukan Pengunduran Diri Gegara Ini, Bupati Sukamta Beri Lampu Hijau

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tala Hj Nina Sandra mengajukan pengunduran diri karena faktor kesehatan

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/dok
Kadinkes Tanahlaut, Hj Nina Sandra mengundurkan diri karena kesehatan yang menurun. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI  - Sejak beberapa hari lalu publik di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), ramai membicarakan pengunduran diri Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tala Hj Nina Sandra.

Itu menyusul menyebarnya surat pengunduran diri itu di grup social chat (whatsapp/WA) di Tala. Catatan banjarmasinpost.co.id, Minggu (27/11/2022), pejabat eselon II itu mengunggah surat pengunduran dirinya di grup WA tersebut pada 23 November lalu.

Pada surat bermaterai Rp 10 ribu terbubuhi tandatangannya itu, Nina menjelaskan alasannya mengajukan pengunduran sebagai kepala Dinkes Tala karena faktor kesehatan.

Baca juga: Gelar Vaksinasi Moderna, Dinkes Tanahlaut Tiap Hari Siapkan 140 Dosis

Baca juga: Sampel Makanan Diduga Penyebab Keracunan Massal di Bingkulu Dikirim Dinkes Tanahlaut ke Tempat Ini

Kepada kalangan jurnalis, Nina menuturkan lantaran kondisi kesehatan yang kurang baik, selama ini dirinya bahkan sering terjatuh saat berjalan.

Menyikapi hal itu, Bupati Tala HM Sukamta ketika dikonfirmasi memaklumi permohonan pengunduran diri yang diajukan kadinkes tersebut.

"Memang kondisi kesehatan Bu Nina belakangan ini menurun. Sering jatuh saat menapaki tangga. Dalam penglihatan mata kaki sudah nyentuh anak tangga tapi ternyata belum sehingga akhirnya sering terjatuh," papar Sukamta.

Ia mengatakan ketika nanti surat pengunduran diri Nina tersebut telah sampai ke meja kerjanya, maka akan langsung diproses.

Apakah disetujui? "Iya, karena kondisi kesehatannya memang drop dan sudah agak lama juga. Sementara instansi yang dipimpin cukup besar dan krusial," tandas Sukamta.

Prosesnya, lanjut Sukamta, akan langsung dipensiunkan lebih cepat. Sekadar diketahui, masa pensiun pejabat eselon II yakni 60 tahun, saat ini Nina Sandra berusia 58 tahun lebih.
 
Sukamta menerangkan itu solusi paling tepat. Pasalnya jika tidak langsung pensiun, artinya menjadi pegawai administrasi umum (staf). 

"Sedangkan staf maksimal berusia 58 tahun sehingga tidak bisa lagi diposisikan sebagai staf administrasi umum. Maka itu harus langsung pensiun," papar Sukamta.

Hal tersebut juga telah ia sampaikan kepada yang bersangkutan ketika beberapa waktu lalu pernah berkonsultasi kepadanya terkait rencana pengunduran diri tersebut.

Ketika surat pengunduran diri Nina menyebar di grup WA di Tala, Rabu lalu, Sukamta bahkan belum menerima surat pengunduran diri tersebut. Bahkan hingga beberapa hari kemudian.

Ajudannya pun juga belum mengetahui surat pengunduran diri tersebut. "Saya kaget juga ketika mendengar informasi orang-orang membicarakan surat pengunduran diri beliau karena saya saja belum menerima surat itu," pungkas Sukamta.

Baca juga: Pegawai Dinkes Tanahlaut Bersama Personel Kodim 1009/TLa Gotong-royong Bersihkan Eks RSHB

Nina Sandra menjabat kadinkes Tala sejak empat tahun lalu. Sejak 8 Agustus 2022 lalu, Nina mengajukan cuti sakit dan posisinya sementara dipegang oleh Sekretaris Dinkes Tala Arliani sebagai pelaksana harian kepala dinas.

Awalnya Nina mengajukan cuti selama tiga bulan untuk berobat. Kemudian kembali mengajukan cuti sakit selama dua bulan hingga Desember mendatang.

Masa pensiun Nina sebagai pegawai negeri sipil dengan jabatan tinggi pratama akan berakhir pada Juli 2024 mendatang. Ia menjadi pegawai negeri sipil sejak 1985 silam.

(Banjarmasinpost.co.id/Idda Royani)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved