KalselPedia

KalselPedia : Sempat ada wacana Dibongkar, Warga Tolak Jembatan Putih Dihilangkan

Beberapa tahun silam, sempat ada wacana jembatan putih akan dibongkar dan dihilangkan. Warga pun menolak

Penulis: Noor Masrida | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida
Jembatan Putih yang menghubungkan Kuin Selatan dengan Kuin Utara adalah jembatan tertua di kota Banjarmasin, Minggu (27/11/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN-Tidak hanya sarat dengan sejarah, namun fungsi Jembatan Putih juga masih sangat terasa bagi masyarakat sekitar. 

Beberapa tahun silam, sempat ada wacana jembatan ini akan dibongkar dan dihilangkan. 

Mengingat ada dua jembatan lainnya yang bisa dijadikan alternatif warga untuk menyeberang baik ke Kuin Selatan maupun ke Kuin Utara. 

Dua jembatan ini adalah Jembatan Putih II (kini jembatan Patih Masih) dan Jembatan Pangeran (Jembatan S Parman). 

Baca juga: KalselPedia : Tertua di Banjarmasin, Ini Sejarah Jembatan Putih di Kuin Selatan

Baca juga: KalselPedia : Fungsi Jembatan Putih Kuin Selatan Dahulu, Penunjang Mobilitas Ekonomi hingga Religi

Namun wacana pembongkaran tersebut ditolak warga. Mereka tetap ingin mempertahankan jembatan Putih. 

Hal ini karena warga sudah terbiasa dengan keberadaannya serta jarak yang ditempuh jadi lebih singkat. 

"Masyarakat di Kuin Selatan sudah terbiasa shalat di Masjid Sultan Suriansyah, mereka ke sana pun ada yang jalan kaki saja. Bayangkan kalau disuruh menyeberang ke sana lewat jembatan Putih II atau jembatan Pangeran, jaraknya akan sangat jauh," jelas Mansyah Fadlun, tetua kampung Kuin Selatan. 

Karenanya, ujar Mansyah, warga pun sepakat bahwa tidak boleh mobil lewat di jembatan Putih. 

Usianya yang sudah lebih dari 200 tahun, tentu saja pondasi jembatan tak cukup kuat menahan beban mobil. 

Baca juga: KalselPedia : Berusia 200 Tahun, Jembatan Putih di Kuin Selatan Sekarang Tak Boleh Dilewati Mobil

Selain itu, lebarnya hanya muat satu buah mobil, tidak bisa berpapasan. 

Maka dipasanglah di setiap ujungnya satu bilang tiang dari kayu Ulin. Tiang tersebut menandakan bahwa mobil tak bisa melintasinya. Hanya kendaraan roda dua atau pejalan kaki saja yang bisa.

(Banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved