News

Kisah Wali Kelas Pelajar SMK di Deli Serdang yang Siswanya Tewas di SPBU, Korban Sempat Minta Maaf

Inilah cerita wali kelas siswa SMK di Deli Serdang, Sumatera Utara yang tewas di sebuah SPBU, sangguru sebut korban sempat minta maaf karena ini

Editor: Irfani Rahman
tribunnews.com
Ilustrasi tawuran. Satu siswa SMK di Deli Serdang Sumatera Utara ditemukan tewas di sebuah SPBU. Korban diduga terlihat tawuran. Ini cerita sang wali kelas saat pertemuan terakhir dengan korban 

BANJARMASINPOST.CO.ID  - Berikut ini cerita Rohaya Naibaho, wali kelas EF (16) satu siswa SMK  di Deli Serdang, Sumatera Utara yang tewas di sebuah SPBU karena diduga terlibat tawuran. Korban EF ternyata sempat meminta maaf kepada sang wali kelas karena tak memberi hadiah saat Hari Guru .

Menurut Rohaya Naibaho ia sempat memeluk korban EF dan mengatakan tak apa-apa walau tak memberinya kado

Wali Kelas korban, Rohaya Naibaho mengungkapkan momen pertemuan terakhirnya dengan almarhum EF.

Hal itu ia ungkapkan ketika ditemui di rumah duka di Jalan Pasar V, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (26/11/2022).

Rohaya mengatakan korban sempat meminta maaf karena tidak bisa memberi hadiah saat perayaan Hari Guru.

"Baru semalam dia salam saya, dia minta maaf tidak memberikan kado di hari guru. Jadi saya peluk, bilang 'Kebaikanmu saja sudah merupakan suatu kado luar biasa bagi ibu'," ujarnya.

Baca juga: Kisah Tim SAR Tertua dari Yogyakarta di Gempa Cianjur, Jiwa Terpanggil Bantu Cari Para Korban

Baca juga: Ini Dia Kucing Tertua di Dunia, Bernama Flossie Dari Inggris, Berumur Setara 120 Tahun Manusia

Ketika Jumat (25/11/2022) ia sempat ingin cuti untuk tidak mengajar, namun EF mengancam akan bolos jika ia tidak mengajar.

Momen peringatan Hari Guru menjadi momen terakhir kali Rohaya bertemu dengan EF.

Diketahui EF (16) seorang siswa SMK ditemukan bersimbah darah di  SPBU di Jalan Kapten Soemarsono, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (25/11/2022).

Sebelum ditemukan terluka, korban dikejar pelajar lain saat sedang mengisi bensin. Karena kalah jumlah, korban berusaha melarikan diri dan sempat terjadi kejar-kejaran di area SPBU.

Dalam video yang viral di media sosial, terekam pelajar berlari dan memanjat bangunan di sekitar SPBU karena dikejar tiga orang yang membawa tongkat dan celurit.

Di video lain merekam korban mengeluarkan darah di bagian paha kirinya. Serta terdapat video yang merekam pelajar tersebut tergeletak dengan banyak darah di sebuah ruangan di SPBU.

EF tercatat sebagai siswa kelas X di salah satu SMK negeri di Medan. Diduga ia meninggal dunia karena kehabisan darah paha kirinya terluka.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Suyanto Usman Nasution mengatakan petugas langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapat laporan.

Baca juga: Ingat, Ini Bahaya Pegang Langsung Kecoak Mati, Terdapat 30 Spesies Bakteri

Baca juga: Adu Kuat 25 Menit, Pemancing di Inggris Ini Tangkap Ikan Mas Raksasa, Diberi Nama The Carrot

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved