Berita HST

Manfaatkan Kayu Bawaan Banjir untuk Bangku dan Meja, Taman Anggrek Batubenawa  Kian Cantik

Kayu sisa hasil tebangan berdiameter besar-besar yang dipungut dari Sungai Benawa itupun dimanfaatkan pengelola objek wisata Pagat untuk dibuat

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
(Banjarmasinpost.co.id/hanani)
Tanam Konservasi Anggrek Meratus di Pagat Batubenawa, HST kini dilengkapi bangku dan meja taman dari kayu sisa potongan pohon yang larut dari  wilayah hulu saat sungai meluap, Minggu (27/11/2022). 

BANJARMASINPOST. CO. ID, BARABAI - Meluapnya sungai benawa sering membawa material berupa kayu sisa potongan kayu dari Hulu Meratus di objek wisata Pagat.

Kayu  pohon sisa hasil tebangan berdiameter  besar-besar yang dipungut dari Sungai Benawa itupun dimanfaatkan pengelola objek wisata Pagat untuk dibuat kerajinan. Seperti bangku bangku dan meja taman sederhana, namun unik.

Meja dan bangku sisa potongan kayu tersebut menghiasi taman konservasi Anggrek Meratus yang ada di Taman Wisata Pagat Batubenawa di Kecamatan Batubenawa.

"Ini cara hemat kami memperindah taman, dengan memanfaatkan sisa bekas bencana. Pasca banjir bandang banyak sisi potongan pohon larut ke sungai. Kami pikir lebih baik dimanfatkan jadi karya seni sederhana, menjadi bangku dan meja taman, " Kata Reza Pahlifi, kreator wisata Batubenawa.

Baca juga: Taman Wisata Pagat Kabupaten HST Miliki Konservasi Anggrek Meratus untuk Edukasi Masyarakat

Baca juga: Cukup Bayar Rp 25 Ribu, Pengunjung Wisata Pagat HST Bisa Berpakaian Kreasi Adat Dayak

Dengan dilengkapi bangku dan meja dari potongan kayu itu, kini taman anggrek jadi lebih menarik dan etnik.

Sekarang, kata Reza menjadi spot menarik bagi wisatawan.

Usai melihat-lihat koleksi anggrek Meratus, pengunjung bisa duduk santai di bangku di tengah taman tersebut.

Wisatawan juga boleh berfoto-foto di lokasi tersebut, namun diimbau tetap menjaga kebersihan dan menjaga tanaman anggrek di sekitarnya agar tak sampai rusak.

Taman konservasi anggrek Pagat mengoleksi ratusan  anggrek speisis muapun hybrid. Koleksi anggrek tersebut dihimpun dari PAI Kalsel dan dikelola PAI HST.

Sebagian koleksi aggrek itupun kini sudah berbunga.

Baca juga: Wisata Kalsel - Taman Konservasi Anggrek Pagat HST, Koleksi Lengkap Anggrek Meratus

Adapun media tanam, selain di pohon juga di tempelkan ke kayu sisa ynag larut terbawa arus sungai saat meluap.

Ada pula yang digantung hingga ditanam langsung di tanah.

Dian, salah satu wisatawan mengatakan taman anggrek kini menjadi spot favoritnya di Wisata Pagat. Tempatnya adem, walaupun bnagku dan meja tamanya sederhana , tapi menjadi unik dan menarik, "kata waisatawan asal Tabalong ini.  (Banjarmasinpost.co.id/hanani)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved