Berita Tanahlaut

Penghasilan Turun Drastis, Warga Pelaihari Ini Tetap Jualan Gelembung Udara untuk Bertahan Hidup

Umar, pedagang gelembung udara dan mainan anak masih merasakan dampak Pandemi Covid-19

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/idda royani
GELEMBUNG - Umar sabar menanti pembeli. Tiap hari ia berjualan gelembung udara di Taman Permana, Pelaihari.  

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Meski pandemi covid-19 kini telah sangat melandai di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), namun dampaknya hingga kini masih dirasakan sebagian warga di daerah ini.

Salah satunya dirasakan oleh Umar, pedagang gelembung udara dan mainan anak.

Penghasilan warga Kota Pelaihari (ibu kota Tala) ini turun drastis sejak adanya pandemi covid19, tiga tahun lalu.

Lelaki berusia sekitar 50 tahun ini mencari nafkah di Taman Permana di Desa Telaga, Kecamatan Pelaihari.

Baca juga: Kapal Nelayan Tenggelam Dihantam Puting Beliung di Perairan Kintap Tanahlaut, Satu Orang Meninggal

Baca juga: Polsek Pelaihari Ungkap Penggelapan Motor, Pelaku Bermodus Cari Pekerjaan Lalu Lakukan Hal Ini

Baca juga: 20 Pemuda Digeruduk Satpol PP Tanahlaut Saat Pesta Miras di Rumah Kos, Amankan 5 Perempuan Muda

Di objek wisata alam milik pribadi ini, Umar berjualan gelembung udara dan mainan anak-anak yakni bola angin.

Barang jualannya tak banyak, sebagian besar adalah gelembung udara.

Ia memilih gelembung udara karena mendukung bagi orang-orang yang gemar cekrak-cekrek untuk keperluan pencitraan di sosial media maupun prawedding maupun sekadar untuk seru-seruan.

Sebelum covid19 melanda, saat awal dibukanya Taman Permana, Umar sempat mengais rezeki cukup menggiurkan. Maklum, saat itu pengunjung lumayan membeludak.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, Minggu (27/11/2022) kunjungan di Taman Permana tetap mengalir pada hari kerja meski jumlahnya tak begitu banyak. Pengunjung datang terutama siang hingga sore.

Namun pada momen weekend yakni Sabtu dan Minggu, kunjungan lumayan banyak, setidaknya mencapai ratusan orang. Selain pengunjung umum, juga banyak yang sembari melakukan kegiatan seperti games dan olahraga ringan.

"Kalau sekarang kunjungan tak seberapa. Jauh dibandingkan dulu ketika belum adanya covid19," sebut Umar.

Warga Jalan Danau Permai, Kelurahan Pelaihari, ini menuturkan saat awal dibukanya Taman Permana penghasilannya lumayan besar.

"Saat itu saya pernah dapat hampir Rp 6 juta selama satu minggunya," kenangnya.

Namun pendapatan menggiurkan itu tak berlangsung lama, hanya sekitar dua bulan. "Setelah itu covid19 dan taman terpaksa ditutup dan berlangsung cukup lama tutupnya," papar Umar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved