Kabar DPRD Tanah Laut

DPRD Tala Gelar RDPU Bahas Persoalan Tambang Kandangan Lama, Semua Pihak Terkait Duduk Semeja

DPRD Tala menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) guna mengurai permasalahan tambang batu bara di Desa Kandangan Lama

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Suasana RDPU di gedung DPRD Tala, Senin (28_11), membahas permasalahan tambang batu bara di Desa Kandangan Lama., 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Persoalan tambang batu bara di Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), menggelinding ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Senin (28/11/2022) hari ini DPRD Tala menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) guna mengurai permasalahan tersebut.

Agenda penting ini digelar di ruang rapat paripurna setempat di kawasan Jalan A Syairani, Pelaihari.

Para pihak terkait diundang pimpinan DPRD Tala untuk menghadiri RDPU tersebut.

Mulai dari warga Kandangan Lama yang keberatan (menolak) kegiatan pertambangan batu bara, pihak penambang (PT Shore), Pemdes Kandangan Lama, BPD Kandangan Lama, dan Camat Panyipatan Agus Setiyo.

RDPU tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Tala Yoga Pinis Suhendra.

Ia didampingi beberapa anggota dewan lainnya.

Suasana RDPU di gedung DPRD Tala, Senin (28_11), membahas permasalahan tambang batu bara di Desa Kandangan Lama.
Suasana RDPU di gedung DPRD Tala, Senin (28_11), membahas permasalahan tambang
batu bara di Desa Kandangan Lama. (banjarmasinpost.co.id/roy)

Pada forum itu Yoga memberi kesempatan yang sama kepada semua pihak menyampaikan pendapat atau argumen.

Kesempatan pertama diberikan kepada perwakilan warga Kandangan Lama yang menolak pertambangan batu bara yakni Tamrani atau yang akrab disapa Arista.

Sekadar diketahui sejak beberapa bulan lalu pihak penambang mulai melakukan kegiatan seperti mobilisasi alat berat dan melakukan pembuatan jalan tambang.

Selain itu juga mulai melakukan pengupasan lapisan tanah atas atau OB (over burden).

Aktivitas pertambangan 'emas hitam' tersebut memunculkan pro kontra di kalangan warga Kandangan Lama.

Tak semuanya setuju, ada sebagian warga yang menolak eksploitasi batu bara setempat karena mengkhawatirkan dampak negatif yang di masa mendatang.

Warga yang menolak pertambangan kemudian melayangkan surat ke DPRD Tala.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved