Berita Banjarmasin

Komisi Penanggulangan AIDS Kalsel Sebut Banyak Penderita HIV Alami Sukresi

Komisi Penanggulangan AIDS Kalsel evaluasi penderita HIV atau ODHA dan hasilnya banyak yang terdeteksi lagi virusnya atau sukresi virus.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD SYAIFUL RIKI
ILUSTRASI - Koalisi Peduli HIV/AIDS Kalimantan Selatan menggelar pertemuan multi stakeholder di Banjarmasin, Selasa (30/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meski kasus HIV AIDS di Kalimantan Selatan (Kalsel) cukup banyak, namun jumlah penderit yang sudah tidak terdeteksi virusnya juga cukup tinggi.

Disampaikan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kalsel, Mursalin Senin (28/11/2022), pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap penderita HIV atau Orang Dengan HIV AIDS (ODHA).

Hasilnya, kata dia, banyak yang virusnya sudah tak terdeteksi lagi.

"Mereka yang minum obat selama enam bulan secara teratur dan mengikuti anjuran konseling dan menerapkan pola hidup sehat begitu kita lakukan evaluasi virusnya sudah tidak terdeteksi atau mengalami sukresi virus," jelasnya.

Sementara itu, lanjutnya, penderita HIV yang tidak teratur minum obat mengalami gejala-gejala dan bahkan hingga kematian.

Baca juga: Viral Uang Kertas Puluhan Juta Tersimpan di Bawah Rumah di Martapura, Pemilik Dikenal Ulet Bekerja

Baca juga: Ungkap Identitas Mayat Pria di Pelambuan Banjarmasin, Polisi Sebut Tidak Ada Tanda Kekerasan

Baca juga: Cium Bau Tak Sedap, Warga Temukan Pria di Pelambuan Banjarmasin Ini Meninggal di Kamar Sewaan

Penderita HIV yang virusnya sudah tidak terdeteksi, sambung dia, juga sangat minim risiko menularkan ke orang lain.

"Mereka yang sudah mengalami sukresi virus bisa menjalani hidup sehat bahkan memiliki keturunan," tambahnya.

Meski sudah mengalami sukresi virus, penderita tak bisa dikatakan sembuh.

"Seperti halnya penderita diabetes, dia bisa hidup sehat dan normal seperti orang lain, tapi dia tidak bisa dikatakan sembuh," pungkas Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kalsel ini.

Sementara itu, Kabid P2P Dinkesprov Kalsel, Syahriani Noor mengatakan hingga Juli lalu tercatat 237 kasus konfirmasi HIV. Dari total itu, sebanyak 199 orang dengan HIV (ODHIV) berhasil diobati.

Baca juga: Ungkap Tambang Emas Ilegal di Desa Kiram Kabupaten Banjar, Polhut Dishut Kalsel Amankan Mesin Alkon

Baca juga: Pelaku Pemerkosaan Pakai Muslihat, Rudapaksa Mantan Kakak Ipar di Kontrakan di Banjarmasin

Baca juga: Berkedok Jual Arisan Online, Perempuan Muda di Tabalong Ini Embat Rp 173 Juta dari Korban

Bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kalsel, ujar Syahriani, pihaknya telah menggelar pelatihan kader warga peduli HIV AIDS. 

Hal itu bertujuan meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang HIV/AIDS dan program pencegahannya.

Apalagi pada 2030, diharapkan Kalsel dapat mencapai Three Zero menuju Indonesia bebas AIDS. 

“Ini harus dijalankan bersama agar pada 2030mencapai Three Zero, yakni tidak ada kasus atau infeksi baru, zero kematian akibat HIV/AIDS. Paling utama adalah tidak ada lagi stigma diskriminasi," tandasnya.

Oleh karena itu, jika ada yang terkena HIV/AIDS di lingkungan atau dimanapun, kata Syahriani, agar tak dikucilkan dan diskriminasi. Justru etapi dibantu dan dirangkul.

Baca juga: Dua BPK di Banjarmasin Dibobol Pencuri, Mesin Pemadam Senilai Rp 45 Juta Raib

Baca juga: Mesin Pompa Air Pemadam Kebakaran Milik BPK di Banjarmasin Raib Digondol Maling

Baca juga: Keluyuran Saat Jam Kerja, Puluhan ASN di Banjarmasin Terjaring Razia BKD Diklat dan Satpol PP

Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Kesehatan, katanya, terus berupaya mencapai hal tersebut.

Caranya, melakukan pendekatan intervensi berbasis kabupaten/kota, percepatan penemuan kasus dan penanganan, serta logistik obat-obatan penderita HIV/AIDS yang diberikan rutin.

Selanjutnya, memperkuat sumber daya manusia melalui pelatihan kader peduli HIV/AIDS bagi warga di desa. 

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved